Kota Banjarmasin
Banjir Sebabkan Antrean Truk Sembako dan BBM Mengular di Penyeberangan Kayu Tangi
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Banjir yang masih menggenang di sejumlah wilayah di Banjarmasin berdampak pada lumpuhnya distribusi ekonomi. Antrean truk penyuplai barang tampak mengular yang saat ini masih terjebak di Kota Banjarmasin.
Dari pantauan Kanalkalimantan.com, terlihat panjangnya antrian truk penyuplai barang sembako dan truk tangki minyak di jalan Brigjend H. Hasan Basri. Deretan truk tersebut mengantre untuk menyeberang sungai dengan menggunakan fery. Panjangnya antrean ini dimulai dari samping jembatan Kayu Tangi yang sedang dibangun sampai di depan Hotel Pesona.
Jumadi (33), salah seorang sopir penyuplai barang sembako dari Banjarmasin ke Palangka Raya mengatakan, banjir yang terjadi saat ini sangat berdampak bagi aktivitasnya.

“Ya kami bisa apa lagi, cuma ini jalur satu-satunya yang bisa dilewati saat ini, mau lewat jalur Sungai Tabuk tapi kondisinya masih banjir, lewat jalur ini waktu banyak terbuang ditambah lagi harus bayar biaya fery sebesar Rp 360.000. Ini saja kami sudah mengantre dari sore kurang lebih jam 4, sampai sekarang masih belum bisa menyeberang, coba hitung saja berapa banyak kerugian yang harus kami tanggung,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com saat diwawancara malam tadi.
Dari info yang didapat dari para sopir, untuk fery penyebrangan itu dibuka mulai pada Sabtu (16/1/2021) Sedangkan untuk biayanya, mengalami kenaikan. Awalnya hanya Rp 200.000, tapi saat ini naik menjadi Rp 360.000.
Jumadi menyampaikan, kalau seperti ini terus untuk waktu yang berkepanjangan, maka penghasilan mereka akan berkurang banyak. Yang mana biasanya dalam dua hari sudah bisa pulang pergi menyuplai atau mengirim barang, sekarang bisa menjadi 3- 4 hari. Ini karena harus dua kali mengantri di penyeberangan.
“Kalau seperti ini terus maka rugi lah kami, mau kami tidak pergi bekerja tapi tidak ada pemasukan atau penghasilan, Lanjut bekerja tapi seperti ini keadaannya. Ya kami cuma berharap bencana ini bisa cepat berakhir jadi semuanya kembali normal, atau paling tidak untuk biaya penyeberangan diberi kebijakan, jangan seperti ini,” pungkasnya. (Kanalkalimantan/tius)
Editor : Cell
-
HEADLINE1 hari yang laluGaya Istri Gubernur Kalteng Kala Masyarakat Hirup Asap Pekat Karhutla
-
Kalimantan Tengah1 hari yang laluAsap di Palangka Raya Batasi Jarak Pandang Kurang dari 100 Meter
-
HEADLINE2 hari yang laluKarhutla Kalsel: Tercatat 2.019 Kejadian, Hanguskan 9.943,26 Hektare
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Dukung Akselerasi Pengembangan EBT
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSaidi Mansyur Turun Langsung ke Titik Karhutla, Pastikan Pengendalian Berjalan Optimal
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluAnyaman Purun HSU Curi Perhatian Pengunjung Apkasi Otonomi Expo 2026





