Film
Disindir Livi Zheng, Joko Anwar Buktikan Gundala Tembus ‘Hollywood’
JAKARTA, Sutradara Joko Anwar menjawab sindiran sineas Indonesia yang berkiprah di Amerika Serikat, Livi Zheng. Dalam tayangan Podcast di channel Youtube Deddy Corbuzier pada Sabtu (7/9), Livi Zheng menantangnya agar filmnya bisa tayang di bioskop Hollywood.
“Dia sudah ada belum filmnya yang tayang di Amerika? Mungkin filmnya kagak nyampai standar Oscar gimana. Joko Anwar bilang punya agen, manajer, dan lawyer di Hollywood, tapi mana produksinya di Amerika?” ucapnya dilansir tempo.co.
Oleh Joko Anwar, tantangan ini ia balas dengan sindiran sarkastik. Di akun Twitternya, ia mengunggah foto tiket menonton Gundala di Hollywood XXI yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. “Alhamdulillah Gundala menembus Hollywood,” cuitnya pada unggahan itu, Minggu (8/9). Di foto itu, terlihat dua tiket menonton film di Studio 4 dengan nominal Rp 40 ribu. Pada pojok kanan atas tertulis Hollywood.
Cuitan dan unggahan foto ini diretweet sebanyak 9.400-an kali dan disukai lebih dari 16 ribu pengguna Twitter. “Asli Bang shock gue, hahaha,” kata Benazio, konten kreator, Youtuber dengan follower 1,3 juta pemilik akun.

“Berarti Bang Joko ini lulusan sekolah filmnya George Lucas ya,” balas Randy Pratama untuk menyindir Livi yang menyebut dirinya lulusan sekolah perfilman tersohor di dunia itu.
Ada netizen yang meledek Joko untuk menyindir sutradara perempuan itu. “Alhamdulillah, habis ini masuk kategori best picture-nya Oscar ya Mas,” ucap Agita Melsky.
Dalam tayangan QNA Livi Zheng yang tayang di Metro TV dengan judul Belagak Hollywood, Livi Zheng mengatakan filmnya yang berjudul Bali: Beats of Paradise berhasil masuk incontention Oscar atau masuk seleksi untuk nominasi Best Picture di Academy Awards. Pernyataan itu diluruskan sutradara Gundala itu bahwa film Livi Zheng tak bisa disandingkan bersama feature film lainnya dalam Best Picture lantaran filmnya bergenre dokumenter.
Joko Anwar yang saat ini tengah berada di Toronto, Kanada lantaran Gundala terpilih untuk diputarkan di Festival Film Toronto, sebelumnya mencuit dengan memberikan saran agar Livi tetap rendah hati. “Gak boleh dikritik. Kritik itu bagus. Ngasih kita bahan untuk lebih maju dan bikin kita selalu humble. Kalau marah dikritik, itu tanda jumawa. Dan kalau jumawa, kita gak bakal bisa maju. Berlaku untuk siapa saja.”(tmp)
-
HEADLINE2 hari yang laluMasyarakat Adat Kalimantan: Kami Tidak Mengakui Negara, Jika Negara Tidak Mengakui Kami
-
Bisnis2 hari yang laluRumah Produksi Bigfast Diresmikan, Wali Kota Lisa: Terus Perluas Jangkauan Pasar
-
Budaya2 hari yang laluPerhelatan Tari Taman Budaya Kalsel Sambut Hari Tari Dunia 2026
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluBupati Banjar Rotasi Empat Pejabat, Berikut Nama-namanya
-
Bisnis2 hari yang laluTerus Naik, Investasi di Kalsel Mencapai Rp35 Triliun pada 2025
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluPTAM Intan Banjar Serahkan Dividen untuk Pemkab Banjar






