Kota Banjarbaru
Lapor Kehilangan Bollard ke Polisi, PUPR Banjarbaru Cari Pengganti Agar Tak Mudah Dicuri
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru membawa laporan kehilangan 91 bollard besi yang dicuri ke polisi.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Banjarbaru, Adi Maulana mengatakan, per 1 Desember 2025 mengumpulkan data bukti-bukti pengrusakan dan penghilangan pembatas trotoar untuk dibawa ke Polres Banjarbaru.
“Kemarin kami sudah melengkapi data-data untuk keperluan kami melapor ke Kepolisian Resor Banjarbaru, kami melengkapi foto-foto kehilangan, memastikan jumlah unit yang hilang, dan kelengkapan administrasi,” ujar Adi Maulana.
Di dalam laporan, Dinas PUPR menyebutkan perhitungan kerugian yang didapati dari peristiwa kehilangan fasilitas negara ini.
Baca juga: Musrenbangdes Manusup Hilir, Camat Mantangai Tekankan Pentingnya Partisipasi Warga
Adi menjelaskan bollard besi tersebut memiliki tiga fungsi. Selain untuk estetika kota, bollard juga berfungsi sebagai pembatas agar kendaraan bermotor tidak naik ke atas trotoar.
Bollard juga berguna sebagai penanda jika trotoar tersebut merupakan jalur pejalan kaki.
“Terkait kerusakan bollard yang disertai pencurian
atau kehilangan kami telah menginventarisir dan mendata total ada 91 bollard yang hilang,” sebut dia.

Baca juga: Art Therapy Beri Ruang Menyenangkan Penyandang Disabilitas Sentra Budi Luhur Banjarbaru
Adi memaparkan dari 91 bollard yang hilang, terdiri dari 52 buah bollard tipe L dan 39 buah bollard tipe I yang hilang.
Jumlah kehilangan itu didapat sejak proyek penataan ini dimulai pengerjaannya pada tahun 2022. Dan maling bollard ini menurutnya masif melancarkan aksinya pada tahun keempat pengerjaan proyek ini.
“Memang di tahun-tahun sebelumnya juga ada kehilangan satu atau dua namun biasanya cepat kami ganti, kalau tahun ini yang sepertinya mereka tuh bisa dibilang mungkin hampir setiap malam beroperasi,” jelasnya.
Sejak adanya peristiwa dugaan pencurian ini, rencananya juga PUPR akan mengganti material bollard yang sebagian hilang maupun seluruhnya yang dicuri.
Baca juga: Penolakan Pembukaan Lahan Gambut Dengan Cara Membakar
“Rencana mungkin kami ganti dengan material dari teraso sama seperti yang kami gunakan di trotoar Jalan Lanan dan Jalan Kemuning. Saat ini kami lagi proses pemesanan sampling,” ungkap Adi.
Dinas PUPR katanya berencana mengganti material yang masih seragam dengan bollard tipe L dan tipe I dan berwarna hitam.
Dirinya berharap dengan material baru yang nantinya dipakai akan mengurangi keinginan orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencurinya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Bisnis1 hari yang laluTren Positif Investasi Saham dan Reksa Dana di Kalsel
-
HEADLINE2 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluPemkab Kapuas Gelar Rapat Penanganan Sengketa Tanah
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluJelang Hari Raya Pemkab Kapuas Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluBupati Wiyatno Tinjau Jalan Rusak di Kapuas Kuala dan Bataguh




