Connect with us

Kota Banjarmasin

Pro Kontra Perbaikan Titian Ulin Kampung Hijau di Sungai Bilu ‎

Diterbitkan

pada

Titian ulin Kampung Hijau, Kelurahan Sungai Bilu, Kota Banjarmasin, yang sudah diperbaiki. Foto: fahmi

‎KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Ambruk pada Agustus lalu, kini perbaikan jalan titian Kampung Hijau, Kelurahan Sungai Bilu, Kota Banjarmasin hampir selesai.

‎‎Akses jalan warga tersebut sekarang diganti dengan papan kayu ulin yang baru ditambah pagar pembatas di sampingnya.

‎‎Belakangan muncul masalah, lantaran perbedaan ukuran titian baru dan lama. Berdampak pada beberapa rumah warga menjadi lebih rendah dari jalan yang baru diperbaiki.

‎‎Salah satu warga, Asad menilai, meskipun titian ulin ini belum rampung sepenuhnya, tapi dari kejauhan nampak jalan tersebut lebih tinggi dari sebelumnya.

Baca juga: Keracunan MBG di Martapura: Dimasak Dini Hari Dikirim Pagi

‎‎“Belum lagi nanti kalau sudah dicor, pasti tambah tinggi lagi,” katanya.

Dia khawatir hal itu akan berdampak pada sulitnya akses warga yang rumahnya berada di sepanjang titian tersebut, apalagi jika pengecoran telah selesai otomatis jalan semakin meninggi.

‎Sama halnya dengan Inah, warga yang rumahnya tepat di sisi perbaikan titian itu merasa kesulitan saat keluar masuk rumah lantaran ukuran jalan baru itu hampir menyamai lutut orang dewasa.

‎‎“Untuk aktivitas sehari-hari tidak terlalu terganggu, cuma kalau mau keluar rumah jadi susah. Jalannya tinggi sekali. Ini saja belum dicor, sudah setinggi lutut saya,” jelasnya.

Baca juga: Komponen Jembatan Sungai Andai – Cemara Ujung Hilang Dicuri ‎‎

‎‎Belum lagi ujar Inah, kondisi rumahnya yang acapkali tergenang air kala pasang sungai ditambah ukuran titian baru akan semakin menyulitkannya.

‎“Kalau air sungai lagi pasang, rumah saya bisa kemasukan air. Sekarang jalannya makin tinggi, jadi takutnya malah tambah parah,” tandasnya.

‎‎Merespon hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmiyah mengatakan, pihaknya sengaja menyesuaikan ketinggian jalan untuk menyesuaikan kondisi sekitar.

‎‎“Semakin tahun, permukaan air pasang di Sungai Martapura makin tinggi. Karena itu, konstruksi jalan titian baru dibuat lebih tinggi untuk menyesuaikan kondisi alam,” ungkapnya, Rabu (8/10/2025).

Baca juga: Keracunan MBG di Martapura: 87 Orang Dirawat di RSUD Ratu Zalecha

‎‎Selain itu, UPT Jalan dan Jembatan yang bekerja secara teknis di lapangan telah mempertimbangkan keamanan dan ketahanan konstruksi.

‎Dia mengakui bahwa terdapat warga yang meminta dinaikkan dan ada pula yang meminta diturunkan. Pada intinya, secara teknis sudah sesuai dengan kondisi lapangan.

‎“Yang penting jalan ini tetap aman dan tidak merepotkan warga,” ucap Suri.

‎‎Lebih lanjut, Suri mengatakan, warga sekitar titian akan menyesuaikan akses terhadap rumah masing-masing secara mandiri setelah proyek selesai.

Baca juga: Keracunan Santap MBG di Martapura: Polisi Ambil Sampel Makanan Diteliti ke Lab

Harapannya, pembangunan ini menjadi solusi jangka panjang supaya titian bisa tahan lama walau diterpa air pasang dan aktivitas harian masyarakat.

“Kami sebisa mungkin membangun tanpa mengganggu aktivitas warga, tapi tetap harus memperhatikan aspek teknis dan alam,” tutup Suri. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

‎Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca