Kota Banjarbaru
Warga Wengga Tahap V Manfaatkan Lahan Tidur Tanam Komoditas Pertanian
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Lahan tidur seluas 3,5 hektare menjadi produktif dimanfaatkan oleh warga Komplek Wengga Tahap V RT 48 RW 07 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
Luasan tanah yang selama ini tidak dimanfaatkan kini dapat menghasilkan berbagai komoditas pertanian seperti cabai, tomat, terong, bawang prei, hingga pepaya.
Hasil panen komoditas pertanian sekarang bisa dinikmati oleh warga. Kegiatan bertajuk Farm Field Day diikuti Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby, Selasa (29/7/2025).
Baca juga: Empat Rombel Belajar Lesehan di Aula SDN 2 Laura Dikirimi Meja Kursi

Wali Kota Lisa Halaby menegaskan, Farm Field Day ini bukan menjadi kegiatan seremonial saja, melainkan bentuk komitmen nyata bersama dalam menjawab tantangan besar terkait ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
“Saya berharap seluruh kelurahan di Kota Banjarbaru bisa melakukan menanam tanaman yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah masing-masing,” ujarnya saat penyerahan bantuan bibit kepada Kelompok Wanita Tani di Poktan Serasih Indah Mandiri, Komplek Wengga Tahap V, Kelurahan Guntung Manggis.
Menurut Lisa Halaby, ketahanan pangan merupakan program strategis nasional yang perlu didukung hingga di tingkat Kelurahan.
Baca juga: Nurgita Tiyas Pimpin TP Posyandu Kabupaten Banjar Gelar Rakor
Selain berdampak pada kestabilan harga bahan pokok, kegiatan ini juga membuka jalan bagi pengelolaan lahan tidur secara produktif, dengan menggandeng pemilik lahan melalui pola kerja sama pinjam pakai.
“Kita akan dorong seluruh kelurahan untuk aktif bertani. Masalah lahan akan kita bantu mediasi, agar lahan tidur bisa dimanfaatkan warga. Lahan pertanian juga harus kita jaga, tidak boleh sembarangan dibangun,” tegas Lisa.
Sementara itu, Ketua RT 48 RW 07, Kelurahan Guntung Manggis, Nanang Setiawan mengungkapkan, inisiatif pemanfaatan lahan tidur oleh warga telah berlangsung selama enam tahun dan membawa dampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi warga sekitar.
Baca juga: Ditegur Satpol PP Banjarbaru, Penjual Atribut Merah Putih Diminta Tak Berjualan di Bahu Jalan
“Cabai bisa panen dua hari sekali, sampai 60-70 kilogram. Kalau tidak tanam sendiri, harga cabai bisa tembus Rp120 ribu – Rp130 ribu. Tapi sekarang warga bisa beli Rp50 ribu, bahkan yang masak sendiri boleh petik gratis,” sebut Nanang Setiawan.
Tak hanya itu, dirinya mengatakan warga juga tidak menutup mata akan adanya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat lahan kosong yang tidak dikelola.
“Banyak lahan milik pengusaha atau pejabat, tapi dibiarkan. Kalau musim kemarau kebakaran, yang repot RT dan rescue, makanya kita pinjam lahan untuk ditanami, dan Alhamdulillah berhasil,” ungkapnya.
Baca juga: 42 PNS Pemko Banjarbaru Naik Pangkat, Penghargaan Loyalitas Kinerja Terbaik
Nanang berharap Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru dapat membantu memperluas lahan tanam hingga lima hektare melalui kerja sama lanjutan dengan pemilik lahan.
“Akan ditambah lagi 5 hektare ke depannya. Dibantu DKP3 Banjarbaru untuk mediasi dengan pemilik lahan,” tutup Nanang. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluSatpol PP Banjar Tertibkan 23 Bangunan di Gambut, Ditemukan Fasilitas Karaoke dan Kamar di Warung Makan
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluPemko Banjarbaru Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting
-
Kabupaten Balangan3 hari yang laluGelang Simpai Kekayaan Lokal Dayak Meratus
-
kampus3 hari yang laluMahasiswa Kumpulkan Rp5,2 Juta untuk Korban Kebakaran Kuin Cerucuk
-
Kota Martapura3 hari yang laluMasuk April Wali Kota Yamin Minta Percepatan Realisasi Anggaran
-
HEADLINE1 hari yang laluSetahun Disegel, Begini Kondisi TPA Basirih Sekarang






