Infografis Kanalkalimantan
10 Oktober: Hari Kesehatan Mental Sedunia, Mengapa Diperlukan?
KANALKALIMANTAN.COM – Kepedulian dan perhatian khusus yang diberikan masyarakat telah mendorong gagasan menetapkan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober.
Dikutip dari upk.kemkes.go.id, World Health Organization (WHO) mendefinisikan mental health atau kesehatan mental ialah keadaan sejahtera setiap individu dalam mewujudkan potensi diri sendiri.
Latar Belakang Hari Kesehatan Mental Sedunia
Baca juga: KPK Soroti E-Katalog Pasca OTT di Kalsel
Orang yang pertama kali mencetuskan Hari Kesehatan Mental Sedunia adalah Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Kesehatan Mental Dunia, Rich Hunter pada 1992.
Pengajuan penetapan Hari Kesehatan Mental Sedunia berlatar belakang masalah kesehatan mental yang tidak ditangani dengan baik. Pemahaman masyarakat tentang kesehatan mental masih kurang sehingga menyebabkan buruknya penanganan.
Harapan dari penetapan peringatan Hari Kesehatan Jiwa ialah mampu memberikan kesempatan pada masyarakat untuk membuka percakapan tentang kesehatan mental dengan terbuka.
Selain itu, tujuan utama peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia untuk mengumpulkan suara dan kolaborasi demi menciptakan perubahan positif dalam perawatan kesehatan jiwa di seluruh dunia.
Peringatan ini telah berkembang menjadi platform strategis bagi pemerintah, organisasi, dan individu untuk merancang program-program yang fokus pada perawatan kesehatan mental.
Baca juga: Pemkab HSU Dorong Peningkatkan Kedisipinan dan Profesionalisme ASN
Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024
World Federation for Mental Health (WFMH) menerangkan tema global hari Kesehatan Mental Sedunia 2024 adalah “It is Time to Prioritize Mental Health in the Workplace” yang berarti saatnya untuk memprioritaskan kesehatan mental di tempat kerja.
Proses pemilihan tema cukup selektif dan inklusif melalui pemungutan suara global. Pemungutan suara melibatkan anggota WFMH, pemangku kepentingan, dan pendukung dengan lebih dari 2000 peserta dari 116 negara. Tema ini terpilih untuk mencerminkan kesadaran akan kebutuhan yang mendesak.
Pekerjaan yang layak dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental seseorang, sementara lingkungan kerja yang buruk seperti diskriminasi, ketidaksetaraan, beban kerja yang berlebihan, rendahnya kontrol atas pekerjaan dan ketidakpastian kerja dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan mental.
Cara Menjaga Kesehatan Mental
Beberapa sumber menjelaskan cara menjaga kesehatan jiwa secara berkelanjutan.
Baca juga: Bawaslu Banjarbaru Kaji Laporan Dugaan Pelanggaran Bagi Sembako
1. Menulis
2. Olahraga
3. Menjaga pola tidur.
4. Mengenali diri sendiri.
5. Mengambil waktu positif untuk diri sendiri.
6. Menghindari komsumsi rokok dan alkohol.
7. Mengurangi pemakaian gadget, komputer, dan sebagainya.
8. Belajar mengelola emosi dan menyelesaikan permasalahan. (Kanalkalimantan.com/kk)
Editor: kk
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluGubernur Muhidin Melantik 6 Pejabat, Ini Nama dan Posisinya
-
Hukum3 hari yang laluJaksa Dinilai Tak Cermat, Pasal Dakwaan untuk Pendeta Sepuh Sudah Dicabut
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluBuka Puasa Bersama Jurnalis, Perwakilan Pers Beri Apresiasi ke Bupati Banjar
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluWabup Banjar Tutup Gelaran Pasar Murah Ramadan 1447 H
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluSinergi Pemkab Kapuas – Balai Jalan Nasional Benahi Jalan Meranti
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluSafari Ramadan di Masjid Sabilal Muttaqin Sungai Malang





