Connect with us

Kanal

38 Laka Lantas Hingga Oktober 2019 di Batola, 29 Orang Meninggal Dunia

Diterbitkan

pada

Ilustrasi laka lantas. Foto : net

MARABAHAN, Hingga pertengahan Oktober 2019 sebanyak 29 jiwa korban meninggal dunia akibat laka lantas terjadi di wilayah hukum Polres Batola. Begitu disampaikan Kapolres Barito Kuala AKBP Bagus Suseno melalui Kasat Lantas Polres Batola, AKP Faisal Amri Nasution, Kamis (24/10).

“Hingga sekarang telah terjadi laka lantas di wilayah hukum Polres Batola sebanyak 38 kejadian, dengan rincian 29 jiwa meninggal dunia, 1 luka berat, luka ringan 11 jiwa,” ujarnya.

Ditambahkan Faisal, angka laka lantas di Januari hingga Oktober tahun 2019 ini mengalami peningkatan jika dibanding dengan angka laka lantas sepanjang tahun 2018 yang lalu, dengan jumlah sebanyak 29 kejadian dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 22 jiwa dan 19 luka ringan.

“Berdasarkan data laka lantas yang terjadi pada 2019, berbanding dengan 2018 mengalami peningkatan pada jumlah lantas sebanyak 9 kejadian atau terjadi 31%, sementara kerugian material juga mengalami kenaikan sebesar Rp 35.500.000, atau 37% dari tahun 2018,” katanya.



Jika dilihat berdasarkan jenis usia tahun 2019 korban kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada usia 26 hingga 45 tahun yaitu sebanyak 38 orang, disusul 22 kejadian laka pada usia 17 tahun hingga 25 tahun,” jelasnya.

Sementara jika dilihat berdasarkan lokasi blackspot laka lantas diantaranya, sering terjadi di jalan Trans Kalimantan Km 15 Kecamatan Anjir Muara, jalan Trans Kalimantan Km 08 Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, hingga jalan Trans Kalimantan Km 27 Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala.

“Adapun upaya yang dilakukan Sat Lantas Polres Batola untuk menekan angka lantas di wilayah hukum Batola antara lain, melalui bidang preventif seperti sosialisasi, survey jalan, hingga bidang represif dengan tindakan tilang atau teguran dan penyidikan laka lantas,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->