Connect with us

Kota Banjarbaru

150 Ton Sampah Tiap Hari Diangkut DLH Banjarbaru, TPS Liar Masih Marak!

Diterbitkan

pada

Volume sampah di Banjarbaru kembali naik seiring mulai melandainya kasus Covid-19. Foto : ibnu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Volume sampah di Banjarbaru yang berasal dari lima kecamatan, termasuk dari daerah sekitar yang membuang sampah di TPS, mencapai 150 ton per hari. Sampah-sampah ini kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Gunung Kupang.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Erwan Rudiansyah mengatakan volume sampah di Banjarbaru tidak naik secara signifikan di tahun baru.

“Tahun baru tadi di Banjarbaru volume sampah normal-normal saja, kita tahu tempat yang menyebabkan kerumunan seperti lapangan Murjani kan ditutup,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com, Senin (3/1/2022).

Dia mencontohkan pada saat pandemi Covid-19 dikatakan Erwan volume sampah terjadi penurunan, dalam sehari timnya mengangkut bisa mencapai 125-130 ton seharinya. Setelah pandemi melandai angkutan sampah per harinya kembali normal yang tidak kurang dari 150 ton per harinya.



 

Baca juga : Ini Kata Plt Bupati HSU saat Peringatan HAB ke-76 Kemenag RI

“Sekarang kembali normal, rata-rata 130-150 ton dalam sehari, mungkin karena pandem mulai melandai sehingga volume sampah yang kita angkut kembali normal,” ungkapnya.

Namun dikatakan Erwan, di samping mereka mengangkut sampah di TPS-TPS yang tersebar di lima kecamatan, mereka juga harus memungut sampah-sampah liar di tepi jalan maupun bekas-bekas TPS yang sudah ditutup.

Erwan menambahkan, sarana dan prasarana yang dimiliki DLH yang tidak kurang dari 100 titik, tersebar di tiap kecamatan Banjarbaru berupa bak kontainer dan bak semen sebenarnya mampu menangani persoalan sampah.

Walau sudah banyak fasilitas penampungan sampah yang diletakkan DLH, dikatakan Erwan dirinya sangat menyayang karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya, sehingga para petugas harus bekerja ekstra dalam bertugas.

 

Baca juga : Sekolah Boleh Buka PTM 100 Persen

“Setiap harinya kami mengangkut hampir 150 ton per harinya dengan 43 armada serta dengan personel tidak kurang dari 300 orang, ditambah lagi harus memungut tumpukan sampah liar di lima kecamatan sehingga petugas harus bekerja ekstra,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tumpukan sampah liar dikatakan Erwan dirinya sudah melakukan koordinasi dengan kelurahan serta Satpol PP untuk menertibkan warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Kami masih kesulitan menertibkan masyarakat yang membuang sampah sembarangan, walaupun sudah ada Perdanya kami tidak berwenang melakukan penertiban tersebut,” tegasnya.

Dikatakan Erwan, setidaknya ada puluhan titik TPS liar yang menjadi dilema bagi pihaknya. Perilaku masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi dirinya, di sinilah perlu adanya campur tangan pihak lain untuk membantu menertibkan serta memberikan edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan.

 

Baca juga : Kadinkes Banjar: Capaian Vaksinasi Sudah 70,20 Persen

“Seharusnya bagi yang membuang sampah sembarangan mendapat sanksi. Sebab, aturan dalam perda itu tetap saja jalan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Banjarbaru,” ungkapnya.

Menurut dia, operasi atau giat yustisi diperlukan untuk menjaring para pelanggar perda sampah di Banjarbaru harus digalakkan. Karena dengan adanya Perda tersebut diharapkan bisa menekan para pelanggar yang membuang sampah sembarangan.(kanalkalimantan.com/ibnu)

Foto : ibnu
Editor : cell


iklan

Disarankan Untuk Anda

<<

Paling Banyak Dibaca

-->