Connect with us

Kabupaten Banjar

10 Tahun Tak Ada Kenaikan, Bupati Banjar Janji Perjuangkan Tunjangan Guru

Diterbitkan

pada

H Saidi Mansyur (tengah) pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2021, di Stadion Demang Lehman Martapura, Kamis (25/11/2021) pagi. Foto : DKISP Kabupaten Banjar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA
Sepanjang 2020 dan 2021 ini merupakan ujian bagi guru sebagai tenaga pendidik di Indonesia pada umumnya karena pandemi Covid-19.

Perjuangan ekstra dilakukan tenaga pendidik. Mulai dari mendatangi siswa dari rumah ke rumah agar siswa tidak ketinggalan pelajaran, mempelajari teknologi yang belum pernah dikenal, menyederhanakan kurikulum, dan lainnya.

“Bahkan ada guru menangis melihat siswa makin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin, tekanan psikoligis karena belajar jarak jauh dan banyak guru yang mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan,” ujar  Bupati Banjar H Saidi Mansyur saat membacakan kata sambutan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Sambutan dilakukan pada kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional tahun 2021, di Stadion Demang Lehman Martapura, Kamis (25/11/2021) pagi.



 

H Saidi Mansyur saat membacakan sambutan.
Foto: DKISP Kabupaten Banjar

Baca juga : Bupati Banjar Berharap Daerah Miliki Kewenangan Mengelola Pertambangan

Dia mengatakan, pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru tapi justru menyalakan obor perubahan.

Guru-guru se Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi, menginginkan akses dan pelatihan, yang relevan dan praktis, kurikulum yang sederhana, dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap siswa yang berbeda beda.

Guru se Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman. Merdeka belajar yang dicetus sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan.

Di depan ribuan guru, Saidi mengatakan, pada Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini, dilaksanakan dengan prioritas utama bagaimana PGRI dapat berperan agar anak-anak memperoleh layanan pendidkan dengan baik saat pandemi Covid 19.

 

Baca juga : UMP Kalsel 2022 Hanya Naik Rp29 Ribu, Aliansi Buruh Banua Demo ke Dewan

Sementara terkait keinginan yang disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Banjar Zainal Arifin mengenai tunjangan guru agar dinaikan, karena tidak ada kenaikan sejak 10 tahun lebih, Saidi mengatakan, akan meminta dukungan dengan Komisi IV DPRD Banjar agar kenaikan tunjangan bisa dilaksanakan dan dibahas di 2022 mendatang.

“Penganggaran tidak bisa langsung, perlu kita bahas bersama, saya beserta wakil berjanji berupaya akan membahas di tahun depan dengan harapan hajat para guru bisa diberikan kemudahan oleh Allah SWT,” ujar dia.

Saidi menambahkan, jumlah guru di Kabupaten banjar sekitar 5.000 lebih, ini perlu mekanisme dan kesepakatan bersama, sekaligus pelaksanaan visi dan misi, salah satunya peningkatan kesejahteraan para guru.

Selain masalah tunjangan, para guru juga berharap BOSDA yang selama ini diharapkan oleh sekolah bisa direalisasikan oleh Pemerintah daerah, serta fasilitas untuk PGRI.

 

Baca juga : “Borneo UMKM Expo 2021” Bangkit di Tengah Pandemi

Pada kesempatan ini juga diserahkan bantuan kepada tenaga pendidik serta penyerahan penghargaan atas rangkaian perlombaan yang digelar kepada para pemenang, antara lain webinar dan workshop virtual, MTQ, pembuatan video pembelajaran, film pendek spirit guru dimasa pandemi, pembelajaran seni, kaligrafi dan pemasangan umbul-umbul, spanduk dan poster. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : Rls
Editor : Dhani


iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->