Connect with us

HEADLINE

Warganet Keluhkan Tarif Masuk Wisata Alam Tahura Sultan Adam Kelewat Mahal

Diterbitkan

pada

Tarif masuk wisata Tahura Sultan Adam dikeluhkan Foto : nurul
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Dibukanya wisata alam Tahura Sultan Adam pada 11 Juni 2021 disambut gembira masyarakat Kalsel. Karena mereka kembali bisa refreshing sambil menikmati panorama alam di kawasan tersebut. Tapi, tarif masuk yang mahal dikeluhkan oleh warganet!

Untuk biaya masuk 1 sepeda motor (2 orang) dikenakan tarif Rp 32.000. Harga tersebut melonjak drastis dibanding sebelumnya yang cuma dikenakan biaya Rp 5.000.

Kontan saja, tarif mahal ini langsung dikritisi oleh para netizen yang merasa keberatan atas mahalnya tarif masuk di Tahura, dari postingan awal akun Instagram banjarinfo dalam kolom komentar.

Akun Instagram Hafiznur_ansori mengomentari begini “fasilitas apa yang didapat dengan bayar segitu,” tulisnya.



Ada juga warganet lainya yang berkomentar “dari 5 ribu sampai 32 ribu luar biasa, sambil menepuk tangan,” komentar linnn_pw.

Pak tolong pak kok jadi mahal masuk nya,” tulis akun henkyytaram_.

Selain itu warganet ada yang menjelaskan, “jadi gini, kendaraan 10k, orangnya (dewasa) 10k, sama jasaraharja 1k, total 21k, itu kalo sendiri,” jelas nafimhmmd_.

 

 

ist/instagram

ist/instagram

Menyikapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra mengatakan, tarif tersebut sudah diatur dalam Perda Pemprov Kalsel. Dan itu sudah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu.

“Kebetulan saat ini saya tidak pegang perdanya, besok ya,” kata Aya—panggilan Fatimatuzzahra, saat dihubungi Kanalkalimantan.com, Minggu (20/6/2021).

Saat ini, pendaftaran masuk lokasi wisata hanya bisa dilakukan secara daring atau booking online melalui situs http://bit.ly/Registrasi-Online-Tahura-SA dan jumlah pengunjung dibatasi.

Baca juga: Besok, Denny Indrayana Layangkan Gugatan PSU Pilgub Kalsel ke MK

“Jumlah kuota pengunjung yang disepakati adalah 500 orang per hari atau 50 persen daya dukung atau daya tampung,” kata Aya.

Selain itu, tambah Aya, waktu kunjungan para pengunjung dibatasi, dari pukul 08.00-16.00 Wita dan untuk kegiatan camping atau menginap tidak diperkenankan.

Dalam satu minggu akan ada satu hari dilakukan penutupan untuk evaluasi sekaligus pelaksanaan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh, guna langkah pencegahan virus covid 19.

Menurut Marvison SHut, Kepala Seksi Perlindungan UPT Tahura Sultan Adam, memaparkan jumlah rata-rata pengunjung setelah hari pembukaan sekitar 150 orang per hari.

“Satu tahun tiga bulan penutupan Tahura, kami melakukan perbaikan sistem seperti kebersihan, taman, dan keamanan. Pembangunan taman ditingkatkan agar wisata Tahura semakin asri,” ungkap Marvison kepada Kanalkalimantan.com.

Marvison memaparkan selama pandemi telah dikoordinasikan dengan Bappeda bahwa tidak ada restribusi dikarenakan Tahura ditutup dan sekarang sudah dibuka dikarenakan mendapat izin dari Pemerintah setempat serta Satgas Covid-19.

Beberapa syarat pengunjung lainnya yaitu tidak boleh membawa anak yang tidak bisa memakai masker, lansia yang rentan penyakit, dan tidak ada melakukan kegiatan menginap di Tahura Sultan Adam.

Baca juga: UPDATE. Peringatan Dini Cuaca, Kalsel Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang!

Interaksi dengan Satwa di Tahura dibatasi

Demi pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan pembatasan terhadap interaksi pengunjung dengan satwa yang ada di Tahura Sultan Adam.

Hal ini dikatakan oleh Maryoto, Koordinator Flora dan Fauna Tahura Sultan Adam.

“Pembatasan dilakukan dikarenakan beberapa satwa bersifat rentan terhadap virus, untuk pencegahan di awal pengunjung hanya boleh melihat satwa di sini dengan jarak yang tidak terlalu dekat (di luar pagar) tanpa aktivitas memberi makan atau berfoto seperti biasa yang dilakukan saat sebelum pandemi,” terangnya.

Ia menyebutkan, bahwa pasokan makanan untuk satwa di Tahura Sultan Adam tidak ada yang berkurang meskipun dilakukan penutupan. “Meskipun tidak ada pendapatan retribusi dari Tahura, tetapi kami menjamin bahwa semua flora dan fauna yang ada di sini tetap terawat dan tidak terbengkalai,” katanya. (Kanalkalimantan.com/dewi/nurul)

Reporter: nurul
Editor: cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->