Connect with us

HEADLINE

Warga Rasakan Ketimpangan dengan Desa Tetangga di Kabupaten Tapin

Diterbitkan

pada

Para aparatur empat desa di Kecamatan Telaga Bauntung protes dengan dimutasinya Kasi Pemerintahan Kecamatan Telaga Bauntung. Foto: Rudiyanto

MARTAPURA, Mutasi Rustomo, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Telaga Bauntung dinilai puluhan aparatur di empat desa keputusan salah. Pasalnya, lima tahun bertugas, sosok Rustomo banyak membantu aparatur desa, utamanya dalam proses penyusunan dan pelaporan penggunaan dana desa.

Terlebih lagi menurut Indera, kucuran dana desa sangat dirasakan manfaatnya dalam pembangunan desa. Terlebih lagi, pembangunan dengan anggaran APBD cukup lamban di Kecamatan Telaga Bauntung.

Berada di wilayah perbatasan Kabupaten Tapin, Indera diamini aparatur desa lainnya, mengaku iri dengan laju pembangunan di wilayah Desa Salam Babaris, Kecamatan Tambarangan, Kabupaten Tapin yang lebih baik dibanding pembangunan di Kecamatan Telaga Bauntung. (Baca: Puluhan Aparatur Desa Tak Puas Mutasi Pejabat Lalu Datangi Kantor Bappeda Banjar)

“Satu-satunya akses jika ingin ke Martapura ya harus lewat Tambarangan, Kabupaten Tapin. Perlu 3 jam untuk sampai ke Martapura. Itu pun dengan akses jalan yang buruk,” kata Indera, Kepala Desa Rampah, Kecamatan Telaga Bauntung.

Diakuinya, kucuran dana desa menjadi tumpuan utama pembanguan di empat desa yang ada di Kecamatan Telaga Bauntung. Tanpa dana desa, pembangunan, utamanya infrastruktur di Telaga Bauntung lamban.

Dan dalam penyusunan perencanaan pembangunan menggunakan dana desa itu,menurut Indera, sosok Rustomo megang perna penting. Menimbang peran penting Rustomo, warga bersikeras meminta ia dikembalikan sebagai pejabat di Kecamatan Telaga Bauntung.

Saking ngototnya, Indera dan puluhan aparatur desa lainnya mengaku akan lebih baik wilayah Kecamatan Telaga Bauntung lepas dari Kabupaten Banjar. “Akan lebih baik bergabung di Kabupaten Tapin. Karena secara geografis, lebih dekat ke Rantau daripada ke Martapura. Paling lambat 20 menit sampai ke Rantau kalau ke Martapura sedikitnya 3 jam dengan ongkos yang juga lebih mahal,” ujar Indera diamini puluhan aparatur desa lainnya. (rudiyanto)

Bagikan berita ini!
  • 50
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    50
    Shares
Lanjutkan membaca
Advertisement
Komentar
-->