Connect with us

HEADLINE

Vaksinasi Booster Banjarbaru Rendah, Dinkes Targetkan 1.000 Dosis Perhari

Diterbitkan

pada

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, dr Juhai Triyanti Agustina mengatakan Pemko Banjarbaru kejar capaian vaksinasi booster. Foto: ibnu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster di Banjarbaru masih terbilang rendah. Sejak diberlakukannya vaksinasi booster di Banjarbaru pada Januari 2022 lalu, capaiannya baru di angka 39 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, dr Juhai Triyanti Agustina mengatakan, hingga kini capaian vaksinasi booster di Banjarbaru mencapai 39 persen.

“Kemarin capaian vaksinasi booster kita mencapai 39,53 persen,” katanya.

Dibeberkan dr Juhai, Dinkes Banjarbaru bakal melakukan percepatan vaksinasi dengan menarget 70 persen.



 

Baca juga : DPRD Tanbu Gelar Paripurna Jawaban Atas Dua Raperda Inisiatif

“Kita akan mengadakan percepatan vaksinasi, diharapkan 2 bulan kedepan sudah mencapai target 70 persen,” bebernya.

Dalam percepatan vaksinasi tersebut, kata dr Juhai, bakal saling berkordinasi dengan fasilitas kesehatan yang ada di Kota Banjarbaru, baik Puskesmas, rumah sakit, klinik dan menggandeng instansi lain seperti Polri, TNI dan BIN dengan target 1.000 dosis per hari.

“Dengan saling berkordinasi, bisa mencapai 1.000 dosis perharinya,” tuturnya.

Masih kata dr Juhai, dalam percepatan ini menjadi sasaran utama dari ASN dan karyawan lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru.

Baca juga : Pasukan Lanal Kotabaru ‘Serbu’ Pantai Sarang Tiung 

“Sasarannya paling dekat dulu, ASN atau karyawan yang ada di Kota Banjarbaru serta pelayan publik, untuk melaksanakan vaksin booster,” tuturnya.

Diimbau dr Juhai untuk seluruh masyarakat agar melaksanakan vaksinasi booster upaya meningkatkan herd imunity, mencegah keparahan dan kesakitan, jika terkena Covid-19 dan mengurangi angka kematian.

Disinggung bagi ASN diwajibkan vaksin booster, dr Juhai menuturkan hingga saat ini vaksinasi booster bagi ASN belum ada persyaratan yang mewajibkannya.

“Untuk wajib sih belum ada, tapi sekarang persyaratan perjalanan yang diwajibkan untuk booster,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : cell


iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->