Connect with us

Pendidikan

Ternyata Masih Ada 1.800 Warga Usia Produktif Tak Bisa Baca Tulis

Diterbitkan

pada

Angka buta aksara untuk usia produktif di kabupaten Banjar masih mencapai ribuan. Foto: Rudiyanto

MARTAPURA, Pasca meraih penghargaan Aksara Madya tahun 2015, kegiatan memberantas buta aksara di Kabupaten Banjar mandek. Padahal di kabupaten berjuluk ‘Serambi Mekkah’ ini, ribuan warganya belum melek huruf.

Erni Wahdini, Kepala Bidang (Kabid) Bina Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, hingga saat ini jumlah warga Kabupaten Banjar usia produktif yang belum bisa baca tulis sebanyak 1.800 orang.

Termasuk kategori usia produktif disampaikan Erni, yakni usia 15-70 tahun.

“Lebih dari 70 tahun, itu terserah alam saja yang menyeleksinya. Tidak perlu kami yang menuntaskannya,” ujar Erni Wahdini.

Tak lagi dilaksanakannya program pengentasan buta aksara, menurutnya, lantaran Kabupaten Banjar dinilai sukses membuat sebagian besar warganya melek akasara. Ditakar persen, jumlah warga yang belum bisa baca tulis sebesar 3,7 persen dari total penduduk.

Keberhasilan menyisakan angka buta aksara 3,7 pesen itu pula, kata Erni, yang membuat Kabupaten Banjar dianugerahi penghargaan Aksara Madya di tahun 2015.

“Kegiatan saat ini lebih pada mempertahankan kebisaan baca tulis peserta agar tak hilang. Karena bukan tidak mungkin, di tengah kesibukan dan faktor usia yang, kemampuan baca tulis hilang,” ujar Erni.

Dan di tahun 2018 nanti, para peserta didik pengentasan buta aksara akan diikutkan dalam program belajar paket A yang kegiatan belajar mengajarnya dilakukan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang sudah ada di tiap kecamatan.

Lebih lanjut disampaikan Erni, warga buta aksara terbanyak ada di kecamatan-kecamatan pinggiran. Di antaranya Kecamatan Aluh-aluh, Pengaron, Sambung Makmur, Sungai Pinang, dan Paramasan. (rudiyanto)

Advertisement
Komentar

Headline

Trending