Connect with us

Hukum

Terlibat Narkoba, Eks Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Dipecat Secara Tak Hormat

Diterbitkan

pada

Tangkapan layar momen Kapolsek Astanaanyar Bandung Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi (kiri) mentraktir makan Tim Prabu Bandung. Foto: YouTube Suyanto Syn

KANALKALIMANTAN.COM – Kabid Propam Polda Jabar Kombes Yohan Priyoto memastikan pihaknya telah melakukan pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap eks Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti yang pada Februari 2021 ditangkap karena terlibat kasus Narkoba.

Menurutnya, Yuni terbukti melakukan pelanggaran dengan terlibat kasus narkoba.

Pemecatan Yuni, kata dia, merupakan komitmen kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba.

“Pimpinan komitmennya jelas bahwa terkait anggota yang bermasalah dengan narkoba pasti kita PTDH,” kata Yohan Priyoto di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, dikutip dari Antara, Rabu (29/12/2021).



 

 

Baca juga: Ganti Rugi Tiga Lahan di Proyek Jembatan HKSN Banjarmasin Belum Tuntas, Warga Pilih Jalur Pengadilan

Menurut Yohan, Yuni dipecat bersama sejumlah anggota lainnya yang juga terlibat narkoba. Adapun pada Februari 2021 lalu, Yuni diamankan bersama dengan 11 oknum anggota polisi lainnya.

“Terkait dengan narkoba itu semuanya sudah di-PTDH,” kata dia.

Yohan menyebut Yuni sempat mengajukan banding saat peradilan sudah memutuskan dirinya bersalah. Namun menurutnya pengajuan banding tersebut ditolak sehingga pemecatan tak terhindarkan.

“Dan yang bersangkutan itu pangkatnya pamen (perwira menengah), bandingnya di Mabes Polri, tapi bandingnya ditolak,” katanya.

Sebelumnya pada 17 Februari 2021, Polda Jawa Barat menyatakan telah mengamankan 12 oknum anggota polisi yang terlibat narkoba. Satu di antaranya merupakan Kompol Yuni yang pada saat itu menjabat sebagai Kapolsek Astanaanyar.

Baca juga: ‘Kapal Hantu’ TKI Ilegal Ditemukan Polisi, Dilengkapi 4 Unit Mesin 200 PK, Kapal Polair Tak Mampu Kejar

Seusai nama Kompol Yuni muncul dalam kasus narkoba itu, Polda Jawa Barat pun langsung mencopot Yuni dari jabatannya agar dapat menjalani pemeriksaan secara intensif di Propam Polda Jawa Barat. (Antara/Suara.com)

Editor : kk


iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->