Kota Banjarmasin
Tata Kelola Sampah di Banjarmasin Masih Buruk, Ini Salah Satu Solusi yang Ditawarkan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Salah satu masalah lingkungan di Kota Banjarmasin adalah tata kelola sampah yang dinilai tidak sesuai harapan.
Hal itu diutarakan oleh Koordinator Extinction Rebellion (XR) Meratus, Wira Surya Wibawa.
“Pengelolaan sampah di Banjarmasin itu masih jauh daripada yang kita harapkan,” ujar Bung Wira -biasa disapa-, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: AS-Israel Serang Iran, Ini Dampaknya ke RI
Pemerhati lingkungan itu menganggap buruknya pengelolaan sampah di Kota Seribu Sungai terlihat saat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih ditutup beberapa waktu lalu.
Masalah tersebut seharusnya sudah diantisipasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), namun Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin luput akan hal ini.
“Banjarmasin sudah hampir berumur 500 tahun, tapi rencana tata ruangnya baik jangka pendek, menengah, dan panjangnya tidak sesuai apalagi urusan privat seperti sampah yang berkaitan dengan sampah rumah tangga dan lain-lain,” bebernya.
Baca juga: Mengenang Kiprah Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno, Wafat Usia 90
Fakta bahwa Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR belum mencabut status darurat sampah menegaskan Banjarmasin belum selesai dengan persoalan sampah.
Bung Wira menyebut penyebabnya adalah Banjarmasin terlalu bergantung kepada TPA Basirih yang merupakan satu-satunya TPA yang tersedia.
Saat TPA Basirih ditutup, Pemko Banjarmasin menitipkan sampah-sampahnya ke TPA Banjarbakula di Kota Banjarbaru. Kemudian jadi pertanyaan apakah solusi tersebut berkelanjutan sebab biaya pembuangan sampah ke TPA Banjarbakula tidak sedikit.
Baca juga: Mantan Wapres Try Sutrisno Wafat
Sebagai solusi, XR Meratus mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Banjarmasin yang merubah sampah menjadi energi.
Berkaca pada PLTSa Benowo Surabaya yang berhasil mengelola sampahnya secara mandiri menjadi energi alternatif yang tergolong dalam Energi Baru Terbarukan (EBT).
Banjarmasin dirasa cocok sebagai lokasi PLTSa lantaran kepadatan penduduk lebih tinggi dibandingkan daerah-daerah lain di Kalimantan Selatan.
“Ada potensi karena produksi sampahnya juga banyak,” tandas Bung Wira. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluBangkai Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Kedalaman 30 Meter
-
HEADLINE2 hari yang laluBMKG: DIY Terpanjang, Kalsel dan Kalteng 89 Hari Tanpa Hujan
-
Bisnis1 hari yang laluSejak Dini Siapkan Dana Pensiun, Bonus Saldo BRI DPLK Lewat BRImo
-
HEADLINE2 hari yang lalu11 Sopir Korban Kapal Virgo Belum Ditemukan, Rekan Gelar Doa dan Tabur Bunga
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluPemkab Kapuas Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla 14 Hari Kedepan
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluUpaya Bersama Mencegah Eskalasi Karhutla dan Menjaga Kamtibmas


