Connect with us

DISHUT PROV KALSEL

Tambah Koleksi Tumbuhan di Miniatur Hutan Hujan Tropika di Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Miniatur hutan hujan tropis terus menambah koleksi tanaman Foto: Dishut Kalsel

BANJARBARU, Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) di Kota Banjarbaru terus dipercantik agar menarik minat masyarakat berkunjung ke sana. Di lokasi ini, keanekaragaman jenis pohon bagian terpenting yang harus diperhatikan. Mengingat keragaman akan memancing antusiasme warga untuk datang.

Manajer MH2T, Abdul Majid, mengatakan ada keberagakam jenis pohon alami hutan yang kini ditanam di lokasi seluas 90 hektare. Lokasi ini dekat dengan Kompleks Perkantoran Setdaprov Kalsel sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

“MH2T akan menjadi tempat edukasi bagi masyarakat. Selain lokasinya dekat dengan pusat kota Banjarbaru, keberagaman jenis tumbuhan menjadi daya tarik utama. Datang ke tempat ini, seperti melihat hutan tropika dalam bentuk miniatur,” kata Abdul Majid Selasa (21/5).

MH2T dikenalkan saat perhelatan akbar “Diplomatic Tour Kementerian Luar Negeri RI” pada medio Oktober 2018 lalu. Di lokasi ini telah ditanam berbagai macam tumbuhan lokal endemik khas Kalimantan, seperti jabon, mahoni, dan sengon sebagai tanaman penaung.

Kemudian ada tanaman inti jenis Ulin, Meranti, dan berbagai famili Dipterocapaceae. Memasuki kawasan ini, pengunjung akan disuguhkan pemandangan jejeran tanaman mahoni di sepanjang kanan-kiri jalan inspeksi yang telah dipasang kansteen.

“Gambar plank depan MH2T yang sempat dihiasi puluhan bendera negara sahabat itu saja cukup mencuri perhatian. Dari namanya, MH2T cukup menggelitik benak masyarakat. Karena pasti akan memunculkan pertanyaan apa itu hutan hujan tropika,” kata Abdul Majid.

Modal yang paling utama MH2T dilakukan upaya mengayakan jenis-jenis lain sebagai pendukung. Ide itu sendiri tidak lepas dari arahan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurofiq. “Beliau selalu menekankan pentingnya keberagaman jenis,” tegasnya.

Pihaknya telah mendatangkan bibit kapuk 150 batang dan bibit aren 10 batang. Bibit tersebut diambil dari persemaian Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Hutan Mas di Desa Alimukim, Wilayah Kerja Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Pengaron.

Menurut Budi Agung, salah seorang teknisi MH2T, sebelum ditanam, bibit terlebih dahulu diamankan untuk menghindari bibit stres karena cuaca panas selama pengangkutan. “Selalu dilakukan tahapan aklimatisasi (penyesuaian cuaca). Tujuannya agar bibit beradaptasi dengan tempat baru,” katanya.

Efektifitas pembangunan MH2T baru bisa dilihat pada periode mendatang. Idealnya setelah dilakukan pemeliharaan yang massif dan melakukan prakondisi penanaman sebelumnya, ia memprediksi dalam 2 sampai 3 tahun ke depan hasilnya sudah nampak.

Mengacu Peraturan Direktur Jenderal konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P. 12/KSDAE-Set/2015, pengayaan jenis didefinisikan sebagai tindakan percepatan pemulihan ekosistem dengan menanam jenis klimaks asli yang tidak terwakili dalam suatu tapak terdegradasi. Dengan target memenuhi angka kecukupan permudaan alam. (Rico)

Reporter:Rico
Editor:Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->