Connect with us

Pemkab Banjar

Seratusan Pohon Rawan Tumbang, DLH Banjar Lakukan Penguatan dan Pemangkasan

Diterbitkan

pada

Sejumlah upaya pencegahan dilakukan DLH Banjar mengantisipasi pohon tumbang akibat angin kencang. Foto : rendy

MARTAPURA, Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi belakangan ini menyebabkan sejumlah pohon tumbang di kawasan Jl A Yani. Mengantisipasi adanya kecelakaan akibat pohon tumbang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar Boyke Tristianto melakukan pemangkasan maupun penguatan pohon.

“Rata-rata pohon yang tumbang itu sudah berusia 4-5 tahun, dengan tumbangnya pohon tersebut katakanlah investasi kita jadi gagal total,” beberanya.

Untuk itu pihaknya melakukan tindakan pencegahan hingga perkuatan pohon dengan baja. Hal ini agar pohon-pohon tersebut tetap kokoh meski diterpa angin kencang. “Disamping pencegahan dengan pemangkasan pada pohon yang dinilai kritis dan penambahan baja pada bagian dasar pohon, kita juga akan melakukan penanaman pohon untuk menggantikan yang tumbang,” akunya.

Sementara itu, diwaktu yang berbeda Kabid Pengelolaan Sampah Taman dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar Riza Rusadi pernah mengatakan, sudah melakukan pendataan. Khususnya untuk keseluruhan pohon trembesi yang rawan tumbang dan patah dimusim penghujan ini berjumlah 179 pohon.

“Adapun 179 pohon tersebut merupakan pohon trembesi yang khususnya berada di dalam Kecamatan Martapura Kota seperti di sepanjang jalan A Yani, jalan Pangeran Hidayatullah,  jalan Batuah dan jalan Perwira,” katanya.

Mengingat banyaknya jalur kabel listrik yang membentang dipinggiran jalan dan sekitaran pohon, pihaknya berkordinasi dengan PLN setiap hari menjadwalkan melakukan pemeliharaan, pemotongan dan pemangkasan pohon.

“Setiap hari DLH sendiri ada jadwal untuk melakukan pemangkasan dan perawatan, diluar itu itu kita juga menanggapi permintaan warga yang minta tebangkan pohonnya, tentunya dengan berkordinasi dengan PLN,” akunya.

Ditambahkan Riza dalam melaksanakan peremajaan selama ini tidak tanpa kendala mengingat peralatan yang dimiliki DLH Banjar sendiri terbatas, dan saat ini terpaksa hanya menggunakan alat seadanya. “Selama melakukan pengerjaan kita terbatas dengan peralatan yang tidak memadai seperti mobil Skylift yang dulu pernah dimiliki DLH Banjar sering digunakan untuk pohon-pohon besar,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
-->