Dishut Prov Kalsel
Revolusi Hijau Jadi Percontohan Indonesia untuk Dunia
BANJARBARU, Pemerintah pusat telah menjadikan program penghijauan yang disebut Revolusi Hijau di Kalimantan Selatan menjadi percontohan (pilot project) program pelestarian lingkungan untuk ditonjolkan di dunia internasional. Demikian dikemukakan Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman M Fachir, Rabu (14/8), saat melakukan penanaman pohon langka jenis Ulin di areal Miniatur Hutan Hujan Tropis kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.
“Indonesia menjadi pusat perhatian dan berperan penting dalam pelestarian lingkungan hidup di dunia saat ini. Program Revolusi Hijau yang digalakkan Pemprov Kalsel kini menjadi percontohan bagi provinsi lain dan ditujukan Indonesia ke luar negeri,” ungkapnya.
Pemerintah memberikan apresiasi atas keberhasilan Kalsel dalam pembangunan sektor kehutanan yang disebut program Revolusi Hijau. Abdurrahman mengaku cukup senang ambil bagian dalam kampanye pelestarian lingkungan dan berjanji akan ikut mempromosikan program revolusi hijau. “Kita berharap program revolusi hijau ini dapat dicontoh provinsi-provinsi lain di Tanah Air,” ujarnya.
Abdurrahman juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda (milineal) untuk membantu pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan.
Sebelumnya hal serupa juga disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya yang mengatakan pemerintah akan menjadikan program revolusi hijau sebagai program nasional bidang kehutanan. Pemerintah memberikan apresiasi atas kemajuan konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis di Kalsel yang dinilai cukup cepat di Indonesia.
“Pemerintah saat ini mencoba membangun kawasan hutan dengan melibatkan masyarakat di dalamnya. Kawasan hutan dikembangkan sebagai akses usaha masyarakat melalui konsep perhutanan sosial, pengembangan hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, aktualisasi hutan adat dan sebagainya,” kata Siti Nurbaya.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mengatakan program revolusi hijau berupa kegiatan penanaman pohon besar-besaran guna mengurangi lahan kritis, pemulihan DAS serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan telah berhasil mengurangi luas lahan kritis di Kalsel dari 649.000 hektare menjadi 511.000 hektare dalam tiga tahun terakhir.
Kalsel menargetkan pemulihan kerusakan kawasan hutan dan lahan ini sebagai bagian upaya menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu paru-paru dunia. Saat ini IKLH Kalsel meningkat dari posisi 26 menjadi 19. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, konsep revolusi hijau adalah bagaimana menciptakan hutan dan potensi di dalamnya dapat mensejahterakan masyarakat dengan mengedepankan pelestarian lingkungan. “Seiring kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, Kalsel terus mengembangkan potensi hasil hutan dan kayu,” terangnya.
Disamping itu Kalsel kini tengah berupaya mengembangkan sektor wisata alam Pegunungan Meratus dan menjadikan kawasan itu sebagai taman bumi dunia (global geopark) yang diakui Unesco. (dishut)
Editor : Cell
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Beri Multivitamin dan Pemeriksan Kesehatan Para Relawan Pemadam Karhutla
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluBupati Banjar Bantu 21 BPK di Gambut, Pastikan Kesiapan Personel dan Peralatan Pemadam Karhutla
-
Kabupaten Banjar23 jam yang laluBahas Program Desa Rukun, FKUB Banjar Audiensi ke Bupati Banjar
-
Kabupaten Banjar16 jam yang laluMediasi Warga dengan PT MMI, Pemkab Banjar Sarankan Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Independen
-
Kabupaten Banjar20 jam yang laluPenganugerahan GBA 2026, Pemkab Banjar Raih Juara II Simpul Jaringan Terbaik
-
Kabupaten Banjar21 jam yang laluBupati Banjar Dukung Pelaksanaan Muktamar XXI IMM Tahun 2027



