Connect with us

HEADLINE

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Ke- 213 Datu Kelampayan

Diterbitkan

pada

Haul Datu Kelampayan yang dihairi puluhan ribu jamaah Foto : rendy

MARTAPURA, Puluhan ribu jamaah menghadiri Haul Akbar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari ke-213, Senin (10/6) siang tadi. Mereka  datang dari berbagai daerah di kalimantan hingga mancanegara, memenuhi ruang induk Masjid Tuhfaturraghibin di Desa Dalam Pagar Ulu, Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Tuan Guru H Masdar membuka acara dengan tartibul fatihah dan dilanjutkan dengan pembacaan maulid Simthuddurar oleh Guru Abdul Hakim dan para ulama kenamaan lainnya. Ketua Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Guru Muhammad Husin mengatakan, rangkaian peringatan haul sudah dimulai pada Jumat (7/6) malam.

Pada Jumat tersebut, dilakukan pembacaan Burdah dan zikir Nasyid di Masjid Tuhfaturraghibin. Lalu Sabtu (8/6) malam dilanjutkan di Kubah Makam Datuk Kelampayan di Desa Kelampayan dengan dengan pembacaan Maulid adzab dari rombongan maulid majelis Ar Raudhah Sekumpul yang dipimpin Guru Sa’duddin Salman. Pada Minggu (9/6) malam, masih bertempat di Kubah Datu kelampayanrombongan Tahfidzul Quran pimpinan Tuan Guru H Wildan Salman dengan Zikir Nasyid. Kemudian dilanjutkan dengan ziarah bersama dengan Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri dan rombongan dari Majelis Taklim Bani Ismail Banjarmasin.

Puncak Haul Syekh Muhammad Arsyad akan digelar pada Senin (10/6) di Masjid Tukhfaturraghibin, Desa Dalam Pagar, Kabupaten Banjar. Diketahui, ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah memedati acara puncak haul ke-13 Syech Arsyad Al Banjari. Tak hanya dari kalangan masyarakat biasa, para pejabat di Kalimantan Selatan juga turut hadir dalam kegiatan yang dipimpin oleh KH Wildan Salman itu. Terlihat Gubernur Kalimantan Selatan H Syahbirin Noor, Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, serta tokoh-tokoh lainnya.

Guru Husin mengungkapkan, panitia haul kali ini setidaknya menyiapkan 80 ribu nasi kotak, dengan 20 ekor sapi dan 900 blek beras, yang mana jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya yakni 60 ribu kotak nasi samin. “Alhamdulillah semua jamaah bisa menikmati alakadarnya dari panitia. Disamping konsumsi, ada juga posko dan dapur umum dari masyarakat sekitar yaitu daerah Desa Teluk Selong, Martapura Barat, sampai Sungai Kitanu,” tuturnya.




Terkait zurriat Datu Kelampayan yang hadir, ia menuturkan seluruh keturun dari berbagai daerah bahkan luar negeri turut berhadir di acara tahunan tersebut. “Alhamdulilah semua zurriat hari ini terkumpul semua baik dari Riau, Tambilahan, Jambi, bahkan dari Singapur dan Malaysia dan penjuru Kalimantan khususnya Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

H Husin menambahkan, kebanyakan profesi zurriat Datu Kelampayan juga melaksanakan dakwah untuk menyambung visi misi sang pengarangan Kitab Sabilal Muhtadin yaitu menyiarkan agama Islam.  Masyarakat sekitar Dalam Pagar antusias menyambut tamu jamaah dari berbagai daerah itu. Seperti halnya menyediakan berbagai macam minuman hingga snack bahkan kurma untuk jamaah yang lewat berjalan kaki menuju lokasi haul.

Minuman yang disuguhkan pun beragam, mulai dari air mineral, es sirup, susu bahkan air tamulawak. Muhammad Faisal, salah satu relawan haul di Desa Teluk Selong Ulu RT 02 mengungkapkan, semua yang disediakan warga untuk jamaah itu murni dari warga untuk menyambut tamu haul yang datang.

Kecuali, lanjutnya lagi, untuk nasi bungkus. “Jadi untuk nasi bungkus kita dapat dari panitia sebanyak 10 blek beras ditambah dari masyarakat sini 10 blek,” Akunya.

Disamping itu kedatangan jamaah untuk menuju pusat acara Masjid Tuhfaturraghibin Desa Dalam Pagar Ulu, Martapura Timur juga dibantu masyarakat melalui jalur sungai dengan menggunakan kelotok dari Kecamatan Martapura Timur,  Martapura Lama,  Telok Selong dan Desa Dalam Pagar, terpantau melalui jalur Sungai Martapura.

“Jadi untuk jamaah yang datang ini banyak sekali,  kalau kepusat acara jalan kaki maka padat dan macet apalagi jalan jembatan KH Anang Sya Rani Arif jadi,  kita bantu mereka menyeberang lewat jalan sungai dengan kelotok, ” ujar pengemudi kelotok Ardian.

Ditambahkan Warga Sungai Lulut Banjarmasin yang sengaja datang membawa kelotoknya untuk membantu para jamaah haul untuk menuju lokasi haul ini sudah rutin dilakukannya setahun sekali bahkan sejak 5 tahun yang lalu.  “Pagi sekali saya berangkat kesini dengan kelotok. Tiap tahun selalu ikut membantu jamaah untuk menyebrangi sungai. Karena jembatan sangat padatkan, jadi kita bantu lewat jalur air,” ujarnya.

Dikatakan Adriani, dirinya melakukan itu dengan ikhlas tanpa memungut imbalan dari para jamaah yang menggunakan kelotoknya untuk menuju lokasi haul. “Ada yang ngasih alakadarnya, ada juga yang tidak. Tapi kita tidak meminta bayaran. Walaupun di kasih, uangnya kita pakai untuk beli bahan bakar kelotok,” katanya.(Rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->