Pemilu 2024
Progres Coklit Pilkada Kalsel 74 Persen, Ini Kendala Pantarlih di Lapangan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kalimantan Selatan masih masuk jadwal pencocokan dan penelitian (Coklit) warga dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Anggota KPU Provinsi Kalsel Fahmi Failasopa mengatakan proses coklit berlangsung selama satu bulan sejak tanggal 24 Juni sampai 24 Juli 2024.
Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang berjumlah belasan ribu bertugas mendata pemilih rumah ke rumah yang tersebar di 2.016 kelurahan desa pada 156 kecamatan, 13 kabupaten/kota se Kalsel.
Baca juga: Kejari Banjarbaru Ungkap Sindikat Korupsi Kredit Macet Kupedes BRI
“11.455 orang Pantarlih saat ini telah melaksanakan tugas coklit,” katanya, Selasa (9/7/2024) siang
Sampai dengan 9 Juli 2024, ungkap Fahmi, proses coklit di 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalsel progres telah mencapai 74 persen.
Masih lanjut Fahmi, berdasarkan laporan dari penyelenggara Pemilu di daerah, salah satu kendala yang dialami oleh Pantarlih yaitu kesulitan menemui pemilih, terutama masyarakat di pedesaan.
Baca juga: DKISP Kabupaten Banjar Launching SIJITU, Ini Sejumlah Manfaatnya
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kalsel mencontohkan, pemilih di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang banyak berprofesi sebagai petani sulit ditemui oleh Pantarlih di rumah pada waktu siang hari.
“Seperti Batola sekarang sedang musim tanam di sawah, dari pukul 7 pagi sampai sore warga tidak berada di tempat atau rumah, baru di rumah menjelang magrib,” ungkapnya.
Untuk menyiasati itu kata Fahmi, Pantarlih harus melakukan pencoklitan pada waktu malam hari antara waktu Magrib dan Isya sebelum warga beristirahat.
Baca juga: Sahkan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023
“Kendala di lapangan Pantarlih hanya= memiliki rentang waktu Magrib sampai Isya,” sebutnya.
Kendala lain yang juga menghambat proses coklit Pilkada 2024 yaitu masih ada wilayah atau pelosok di Kalsel yang kesulitan mengakses jaringan internet.
Petugas Pantarlih kesulitan menginput data melalui aplikasi e-coklit yang dimiliki KPU pada wilayah blank spot.
Di beberapa wilayah sebelum diinput ke aplikasi, Pantarlih harus melakukan coklit secara manual, penginputan baru dilakukan ketika telah berada di wilayah yang memiliki koneksi jaringan internet yang baik.
Baca juga: Buah Kecubung Dijuluki ‘Nafas Setan’, Ini Dampak Negatif Mengkonsumsinya
“Seperti di kepulauan Kotabaru, tidak ada jaringan, mereka (Pantarlih) melakukan coklit manual dulu sebelum input ke e-coklit dan dibantu PPS,” kata Fahmi.
Meskipun menghadapi kendala, KPU Provinsi Kalsel berharap proses coklit Pilkada Kalsel 2024 dapat selesai 100 persen ketika akhir masa coklit 24 Juli 2024.(Kanalkalimantan.com/rizki)
Reporter : rizki
Editor : bie
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluHadapi Puncak Kemarau, PUPR Kalsel Amankan Ketersediaan Air Irigasi
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluPoros Pemuda Banjarmasin Desak Keterbukaan Proyek Jembatan CUSA
-
HEADLINE3 hari yang laluKadal Terbang Ditemukan di Geopark Meratus Situs Batu Gamping Batu Laki
-
Bisnis2 hari yang laluBRI KKB Expo 2026 di 131 Lokasi, Ada Promo Kredit Kendaraan 1,80%
-
Infografis Kanalkalimantan3 hari yang laluHari Satelit Palapa 9 Juli: Tonggak Sejarah Komunikasi Indonesia
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluDampak Matinya Ikan Keramba di Karang Intan, Pemkab Banjar dan Relawan Bersihkan Aliran Sungai


