Connect with us

Teknologi

Polusi Luar Angkasa Mungkin Bisa Jadi Tanda Kehidupan Alien

Diterbitkan

pada

Eksoplanet. [Melmak/Pixabay]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Penelitian terbaru dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Maryland menyebut bahwa pencarian polusi alien di luar angkasa, dapat menjadi salah satu indikator menemukan planet ekstrasurya yang berpotensi dapat dihuni.

“Mengamati NO2 (nitrogen dioksida) di planet yang dapat dihuni berpotensi menunjukkan keberadaan peradaban industri,” kata Ravi Kopparapu, penulis utama dari Goddard, seperti dikutip dari CNET, Selasa (16/2/2021).

Di Bumi, sebagian besar nitrogen dioksida berasal dari aktivitas manusia, seperti emisi kendaraan dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Ilmuwan lain menganggap, chlorofluorocarbons (CFC) sebagai tanda kemungkinan aktivitas industri di luar Bumi.



 

Eksoplanet. [NASA]

Bahan itu telah digunakan di Bumi sebagai zat pendingin tetapi penggunaannya dihapuskan karena memiliki efek buruk pada lapisan ozon.

Rekan penulis penelitian Jacob Haqq-Misra dari Blue Marble Institute of Science di Seattle mencatat bahwa CFC juga dapat digunakan untuk membentuk dan menghangatkan atmosfer planet, seperti Mars agar lebih layak huni.

“Sejauh yang kami tahu, CFC sama sekali tidak diproduksi oleh biologi, jadi mereka memiliki tanda teknologi yang lebih jelas daripada NO2,” ucap Haqq-Misra.

Namun, dia menambahkan, CFC adalah bahan kimia manufaktur yang sangat spesifik yang mungkin tidak lazim di tempat lain.

“Sebagai perbandingan, NO2 adalah produk sampingan umum dari proses pembakaran apa pun,” ujar dia.

Masalahnya, NO2 juga dapat diproduksi melalui proses alami seperti gunung berapi dan petir. Dengan kata lain, observasi NO2 bisa menjadi positif palsu bagi kehidupan.

Penelitian terbaru dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Maryland menyebut bahwa pencarian polusi alien di luar angkasa, dapat menjadi salah satu indikator menemukan planet ekstrasurya yang berpotensi dapat dihuni.

“Mengamati NO2 (nitrogen dioksida) di planet yang dapat dihuni berpotensi menunjukkan keberadaan peradaban industri,” kata Ravi Kopparapu, penulis utama dari Goddard, seperti dikutip dari CNET, Selasa (16/2/2021).

Di Bumi, sebagian besar nitrogen dioksida berasal dari aktivitas manusia, seperti emisi kendaraan dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Ilmuwan lain menganggap, chlorofluorocarbons (CFC) sebagai tanda kemungkinan aktivitas industri di luar Bumi.

Eksoplanet. [NASA] di

Bahan itu telah digunakan di Bumi sebagai zat pendingin tetapi penggunaannya dihapuskan karena memiliki efek buruk pada lapisan ozon.

Rekan penulis penelitian Jacob Haqq-Misra dari Blue Marble Institute of Science di Seattle mencatat bahwa CFC juga dapat digunakan untuk membentuk dan menghangatkan atmosfer planet, seperti Mars agar lebih layak huni.

“Sejauh yang kami tahu, CFC sama sekali tidak diproduksi oleh biologi, jadi mereka memiliki tanda teknologi yang lebih jelas daripada NO2,” ucap Haqq-Misra.

Namun, dia menambahkan, CFC adalah bahan kimia manufaktur yang sangat spesifik yang mungkin tidak lazim di tempat lain.

“Sebagai perbandingan, NO2 adalah produk sampingan umum dari proses pembakaran apa pun,” ujar dia.

Masalahnya, NO2 juga dapat diproduksi melalui proses alami seperti gunung berapi dan petir. Dengan kata lain, observasi NO2 bisa menjadi positif palsu bagi kehidupan.

Rekan penulis Giada Arney dari NASA Goddard menjelaskan bahwa deteksi perlu dilakukan melalui model yang memperkirakan jumlah maksimum NO2, yang dapat dimiliki dunia asing dari sumber alam.

“Jika kami mengamati lebih banyak NO2 daripada yang disarankan model kami dari sumber non-industri, maka NO2 lainnya mungkin dikaitkan dengan aktivitas industri,” jelas Arney.

Walau begitu, selalu ada kemungkinan positif palsu dalam pencarian kehidupan di luar Bumi dan pekerjaan di masa depan, akan dibutuhkan untuk memastikan kepercayaan dalam membedakan positif benar dari positif palsu.

Tak hanya itu, kemungkinan juga awan dan aerosol di atmosfer planet bisa disalahartikan sebagai tanda NO2.

Ilustrasi penampakkan alien. [Shutterstock]

Karena itu, mencari polusi di planet lain akan membutuhkan model komputer yang lebih canggih untuk membantu menyaring semua potensi positif palsu.

NASA berharap dengan bantuan generasi baru teleskop seperti James Webb Space Telescope (JWST), akan mampu mendeteksi polusi alien di luar Bumi. (suara.com)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Teknologi

Dituduh Lakukan Pelanggaran Privasi, Facebook Diharuskan Bayar Rp 9,3 T

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi Facebook. [Austin Distel/Unsplash]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Seorang hakim federal Amerika Serikat menyetujui kompensasi 650 juta dolar AS atau Rp 9,3 triliun terhadap Facebook atas tuduhan pelanggaran privasi.

Tuntutan pelanggaran privasi ini disebabkan lantaran Facebook menggunakan teknologi penandaan wajah foto dan data biometrik lainnya tanpa izin pengguna.

Hakim James Donato menyetujui gugatan class action yang diajukan di negara bagian AS, Illinois pada 2015 lalu. Gugatan ini melibatkan hampir 1,6 juta pengguna di Illinois.

“Ini akan memberikan setidaknya 345 dolar AS (Rp 5 juta) ke setiap masyarakat yang mengajukan gugatan,” kata Donato, dikutip dari Guardian, Minggu (28/2/2021).



 

“Kemenangan besar bagi konsumen di bidang privasi digital yang diperebutkan dengan panas,” sambungnya.

Pengacara Chicago yang mengajukan gugatan, Jay Edelson mengatakan bahwa cek tersebut dapat dikirim melalui pos dalam waktu dua bulan, kecuali jika Facebook mengajukan banding.

Sebagai informasi, Facebook digugat lantaran mereka melanggar undang-undang privasi Illinois. Raksasa media sosial ini gagal mendapatkan persetujuan sebelum menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk memindai foto yang diunggah pengguna.

Undang-undang Privasi Informasi Biometrik negara bagian Illinois memungkinkan konsumen untuk menuntut perusahaan yang tidak mendapatkan izin sebelum mengambil data seperti wajah dan sidik jari.

Facebook sendiri telah memperbarui kebijakan identifikasi wajah tersebut pada September 2019 yang akhirnya meminta izin terlebih dulu pada pengguna.

“Kami senang telah mencapai penyelesaian sehingga kami dapat melewati masalah ini, yang merupakan kepentingan terbaik komunitas kami dan pemegang saham kami,” kata Facebook. (suara.com)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Teknologi

Apa itu Aplikasi Clubhouse? Ini Cara Kerja Media Sosial yang Viral

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aplikasi Clubhouse dan Cara Kerja Clubhouse
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Aplikasi Clubhouse, belakangan banyak diperbincangkan oleh netizen di seluruh dunia. Tidak hanya di Indonesia, aplikasi ini sukses mencuri perhatian setelah nampak digunakan oleh Elon Musk, seorang jenius yang banyak memunculkan ide brilian serta pebisnis yang handal.

Tapi sebenarnya apa sih aplikasi ini? Apa kegunaan aplikasi clubhouse? Bagaimana cara mendaftar dan pembuatan akunnya? Dan bagaimana pula cara kerjanya?

Aplikasi Clubhouse, Live Podcast dengan Materi Berbobot

Clubhouse sendiri merupakan aplikasi media sosial yang berbasis obrolan suara. Berbeda dengan LINE atau WhatsApp yang berbasis teks, Clubhouse lebih difokuskan pada konten audio untuk berinteraksi.



 

Uniknya, aplikasi ini merupakan aplikasi untuk mendengarkan obrolan, wawancara, atau diskusi mengenai berbagai topik secara live. Jadi Anda bisa secara langsung mendengarkan siaran yang tengah dilakukan oleh penyelenggara.

Meski demikian, aplikasi ini dapat dikatakan eksklusif, karena baru dapat digunakan oleh user iOS dan tidak bisa secara langsung membuat akun dan mendengarkan konten yang tersedia.

Cara Kerja Clubhouse

Cara kerjanya sebenarnya sederhana. Misalkan Anda sudah memiliki akun, Anda akan menerima rekomendasi obrolan yang akan terjadi dalam waktu dekat. Rekomendasi ini didasarkan pada pemilihan yang Anda lakukan di bagian awal pendaftaran, sehingga topik yang Anda sukai akan muncul lebih sering.

Nantinya Anda bisa bergabung dalam panggilan bersama, dan bisa mendengarkan materi yang disampaikan oleh narasumber. Hanya beberapa orang yang akan berbicara, dan sisanya berperan sebagai peserta yang mendengarkan.

Di sinilah letak value dari meeting dan podcast yang disiarkan, karena Anda hanya bisa bergabung dengan undangan user lain, dan topik yang dibicarakan benar-benar berasal dari sumber yang kredibel.

Cara Mendaftarkan Akun Clubhouse

Anda tidak bisa secara langsung mengunduh aplikasi dan membuat akun seperti media sosial lainnya. Anda harus mendapatkan ajakan terlebih dahulu yang disampaikan oleh user lain, melalui layanan pesan singkat.

Setelah Anda mendapat ajakan tersebut, baru kemudian Anda memiliki akses atas pembuatan akun baru di aplikasi Clubhouse. Sangat eksklusif bukan?

Setelah Anda membuat akun, Anda akan disajikan berbagai tema dan topik obrolan yang nantinya akan jadi referensi utama undangan podcast yang akan diadakan. Anda juga akan memiliki dua kesempatan mengundang pengguna baru ketika sukses membuat akun Clubhouse, jadi, gunakan dengan bijak ya!

Ekslusifitas yang dimiliki aplikasi Clubhouse sendiri dinilai menjadi dasar kuat mengapa valuasi dari aplikasi ini begitu besar, meski penggunanya belum terlalu banyak. Di beberapa negara, bahkan undangan pengguna baru Clubhouse sampai diperjualbelikan.

Ya, nilai dari undangan ini sudah cukup tinggi, mengingat kontennya yang benar-benar berbobot. Jadi, apa Anda tertarik untuk turut bergabung dalam aplikasi media sosial ini? Demikian lah penjelasan tentang aplikasi Clubhouse. (suara.com)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->