Connect with us

HEADLINE

Pertemuan Denny Indrayana, H Abidin, dan Prabowo di Jakarta Isyarat Rekomendasi?

Diterbitkan

pada

denny Indrayana bersama H Abidin dan Prabowo Subianto menggelar pertemuan di Jakarta. Foto: ist

BANJARMASIN, Sejumlah gebrakan terus dilakukan Denny Indrayana guna memantabkan pencalonannya di Pilgub Kalsel. Mantan WamenkumHAM ini dipanggil langsung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang juga didampingi oleh Ketua DPD Gerindra Kalsel H Abidin, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Isyarat Gerindra akan memberikan rekomendasi?

Bisa jadi. Sebab sebelumnya, isyarat dukungan Gerindra terhadap Denny Indrayana gamblang disampaikan H Abidin. Ia mengatakan, sejak lama Denny Indrayana masuk dalam radar penjaringan Gerindra. Meskipun beberapa waktu kemudian, incumbent Sahbirin Noor juga melirik dengan mengantarkan blangka pendaftaran.

H Abidin mengatakan, dengan modal delapan kursi yang dimiliki Gerindra, Denny Indrayana tak akan terlalu sulit untuk mencari dukungan parpol lain. Artinya, tinggal 3 kursi lagi yang harus dikumpulkan untuk memenuhi syarat minimal 11 kursi agar bisa diusung parpol dalam pendaftaran kandidat calon Gubernur Kalsel mendatang.

“Saya sendiri juga telah mengkomunikasikan masalah ini ke DPP Partai Gerindra, khususnya kepada Pak Prabowo Subianto selaku ketua umum. Semoga tidak ada hambatan untuk pencalonan Denny Indrayana sebagai calon Gubernur Kalsel,” kata H Abidin beberapa waktu lalu. Bahkan, H Abidin juga mengajak parpol lain untuk membangun koalisi agar bisa mengusung Denny Indrayana berlaga di Pilgub Kalsel 2020.

Ikhwal rencana pertemuan dengan Prabowo, sudah disampaikan Denny Indrayana sebelumnya saat mendaftar di DPW PKB Kalsel, Sabtu (30/11) sore. Ia mendadak dipanggil Prabowo ke Jakarta usai kunjungan kerjanya di Turki.

Terkait hasil pertemuan, Denny memang belum mengungkapkannya. Ia hanya mengatakan, terus bekerja untuk Kalsel yang lebih baik dan amanah. “Ya kita bangun komunikasi terus dengan beliau. Pas juga ada hadir abah H Abidin,” ungkapnya.

Gerindra memang menjadi salah satu kunci bagi Denny Indrayana untuk lolos ke penjaringan. Dengan delapan kursi di DPRD Kalsel, maka pakar hukum tata negara ini hanya tinggal melengkapi 3 kursi sebagai syarakat dukungan minimal 11 kursi di parlemen untuk mendaftar ke KPU.

Nah, selain Gerindra, harapan Denny Indrayana tentu ke Partai Demokrat. Untuk Demokrat, Denny juga memiliki kedekatan khusus dengan Ketua Umum SBY. Sebab ia merupakan mantan koleganya di kabinet beberapa waktu silam. Dengan 3 kursi yang dimiliki, Demokrat juga menjadi kunci untuk menggenapi dukungan bagi mantan staf khusus SBY tersebut.

Sebagaimana diketahui, hasil Pileg 2019 lalu Gerindra yang meraih 288.899 suara (8 kursi) dan Demokrat 68.725 suara (3 kursi). Namun untuk lebih amannya, maka Denny juga harus merangkul sejumlah partai lain menjadi penyokong.

Sebagaimana diketahui, saat ini sudah ada lima parpol dirangkulnya. Selain PKB, empat partai yang sebelumnya didatangi mantan Wamenkum HAM era Presiden SBY ini adalah Partai Gerindra, Demokrat, PKS,dan Partai Nasdem.

Denny pun menegaskan, pola komunikasi politik yang ia lakuan selama ini adalah memulai dari bawah. Artinya, Denny menjalin komunikasi lebih awal di tingkat pengurus partai provinsi. Kemudian, dirinya menjalin komunikasi ke pengurus partai di tingkat pusat. Karena bagi profesor tamu di Australia ini merupakan wujud etika politik.

“Semua saya mulai di tingkat provinsi dulu. Kalau sudah saya temui pengurus partai pusat. Bagi saya itu salah satu etika politik, jadi tidak melangkahi pimpinan partai yang ada di provinsi. Saya ketemu H. Abidin (Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel) dulu, baru ketemu pak Prabowo. Saya ketemu Pak Zairullah (Azhar, Ketua DPW PKB Kalsel) baru ke Cak Imin. Jadi begitu (polanya),” jelas Denny saat mendaftar ke PKB beberapa waktu lalu.

Roadshow Tokoh Politik Nasional

Beberapa rapa waktu terakhir, Denny Indrayana terus melakukan roadshow ke tokoh politik nasional disela padatnya jadwal pertemuan dengan relawan di daerah. Selain bertemu Prabowo, Mahfud MD, dan sejumlah elit politik lainnya. Termasuk juga elit politik Kalsel yang ada di Jakarta.

Denny mengatakan, hal tersebut dilakukan selain untuk menjaga silaturahmi juga menjaring masukan terbaik untuk Kalsel ke depannya. “Banyak hal yang kami tangkap sebagai masukan, agar Kalsel lebih maju dan amanah,” ungkapnya.

Sebelumnya, paa pertemuan dengan Menko Polhukam Mahfud MD, Denny mengakui juga membahas persiapannya di Pilgub Kalsel. “Iya, kita singgung sedikitlah (Maju Pilgub Kalsel). Bahwa memang lagi ada proses maju di Kalimantan Selatan. Saya kasih gambaran kepada beliau tentang situasi di sana, tapi Prof Mahfud lebih paham lah. Jadi lebih banyak kangen-kangenan, silaturahim,” katanya. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->