Connect with us

Bisnis

Perang Ukraina-Rusia, Adaro Panen Pesanan Batu Bara

Diterbitkan

pada

Aktivitas bongkar muat batubara di area pertambangan PT Adaro Indonesia di Tabalong, Kalimantan Selatan. Foto: dok.adaro

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Perang Rusia dan Ukraina, membuat Adaro panen pesanan batu bara.

Hal itu diungkap Presiden Direktur Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir bersamaan dengan strategi PT Adaro Energy Indonesia Tbk yang akan menggarap industri aluminium sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bisnis perusahaan.

Boy Tohir –biasa disapa- mengungkapkan, perang Rusia-Ukraina membuat Adaro menerima pesanan batu bara dari sejumlah negara Uni Eropa, seiring dengan larangan pembelian batu bara dari Rusia.

Terbatasnya pasokan batu bara asal Rusia dan Eropa menurutnya, membuat harga batu bara bergerak pada level yang tinggi.



 

 

Baca juga: Posko Tagana: 2 Korban Tewas Teridentifikasi, Sisa 2 Karyawan dan 1 Pengunjung Masih Dicari 

“Sudah mulai ada permintaan dari negara Uni Eropa ke Indonesia. Menurut hemat saya, so far kita thanks God lah ya,” ujarnya.

Mengalirnya pesanan dari Eropa tersebut diakui Chief Financial Officer (CFO) Adaro Lie Luckman yang mengatakan bahwa telah melakukan pengiriman sebanyak 2-3 kapal atau sekitar 300.000 ton ke negara Belanda dan Spanyol.

Meski begitu, Lie Luckman menjelaskan, pihaknya tetap masih fokus untuk memenuhi pasar Asia yang merupakan pembeli eksisting batu bara dari Adaro

“Ada permintaan dari Eropa, tapi memang pasar kita kan Asia. Jadi, kita fokus untuk memenuhi customer kita yang sudah ambil batu bara kita,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan, Boy menyebut, Antam akan segera masuk ke lini industri alumunium. Hal ini ditandai dengan pembangunan smelter yang ditarget selesai pada 2024.

“Secepat mungkin kita akan masuk ke industri aluminium. Diharapkan tahun ini dan tahun 2023 pembangunan smelter sudah bisa dimulai, sehingga pada 2024 pembangunannya sudah selesai,” kata Presiden Direktur Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir dalam Silahturahmi virtual Ramadhan Adaro, di Jakarta, Senin (18/4/2022).

Sosok yang kerap disapa Boy Tohir ini, melalui industri aluminium Adaro diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kendaraan listrik dan baterai listrik di Tanah Air. (Suara.com)


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->