Connect with us

HEADLINE

Pasien Covid-19 Jadi ‘Beban’ Sendiri RSD Idaman, RS Swasta Diminta Tampung Pasien

Diterbitkan

pada

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Foto: dewi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Lonjakan kasus Covid-19 membuat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru penuh terisi. RSD Idaman Banjarbaru sempat dibuat kelimpungan karena antrean 15 pasien suspek Covid-19 yang dirujuk ke rumah sakit milik Pemko Banjarbaru itu.

Kondisi itu, membuat pasien Covid-19 yang sedianya masuk ke IGD RSD Idaman Banjarbaru harus dirujuk ke rumah sakit lain di Kota Banjarbaru.

Terkait kondisi kedaruratan itu, Wali kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengambil kebijakan dengan mengundang rumah sakit swasta dalam waktu dekat.

Menyusul adanya permintaan dari pihak RSD Idaman yang terbebani karena belum adanya rumah sakit lain yang membuka ruang isolasi khusus Covid-19, akibatnya antrean cukup tinggi terjadi di RSD Idaman.



 

 

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Bandara Syamsudin Noor Batasi Penumpang

Rumah sakit swasta harus dilibatkan karrna rumah sakit pemerintah sudah penuh ruang isolasi Covid-19.

“Kami terbebani karena belum adanya RS swasta yang membuka dan menyediakan ruang isolasi khusus covid-19, hal ini mengakibatkan antrean kami cukup tinggi. Dengan keterbatasan kami juga perlu rekrutmen relawan melihat perawat kami yang sebagian terpapar,” ungkap Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Idaman Kota Banjarbaru, Muhammad Firmansyah.

Mendapat laporan itu, Wali Kota Banjarbaru akan mengundang pengelola rumah sakit swasta dalam waktu dekat.

“Sebelumnya kami sudah mengundang beberapa waktu lalu, dan kami juga meminta agar rumah sakit swasta ikut serta dalam menangani dan merawat pasien covid-19,” ujar Wali Kota Banjarbaru.

Aditya menambahkan sudah ada beberapa rumah sakit swasta yang sudah siap, dan masih ada juga rumah sakit yang belum mengadakan tempat untuk perawatan pasien Covid-19.

“Jadi kami meminta untuk rumah sakit swasta agar ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 di Kota Banjarbaru,” ucapnya.

Pemerintah berharap setiap rumah sakit swasta dapat menambah fasilitas ruang isolaso penanganan Covid-19.

5 Pasien Masih di IGD, 1 Pasien WNA China

Sebelumnya diberitakan ruang IGD harus menjadi ruang rawat sementara pasien Covid-19 di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru. Ruang khusus pasien Covid-19 di RSD Idaman Banjarbaru semuanya telah terisi.

Baca juga: Banjarbaru Level 3, Wali Kota: Naik Level 4 Banjarbaru PPKM Darurat

Kondisi itu, membuat pasien Covid-19 yang sedianya masuk ke IGD RSD Idaman Banjarbaru harus dirujuk ke rumah sakit lain di Kota Banjarbaru.

“Kondisi ruangan Covid-19 di Rumah Sakit Idaman tadi malam terisi penuh, sampai ada antrean di IGD sebanyak 15 pasien suspek Covid yang tidak masuk ruangan,” ucap Kepala Bagian Tata Usaha RSD Idaman Kota Banjarbaru, Muhammad Firmansyah kepada kanalkalimantan.com, Rabu (21/7/2021) siang.

Kabag Tata Usaha RSD Idaman Banjarbaru Muhammad Firmansyah. Foto: Dewi

Manajemen RSD Idaman menyampaikan, 5 pasien akhirnya sudah bisa masuk ruang khusus atau ruang isolasi Covid-19.

“Namun masih ada 5 orang yang di IGD belum bisa mendapatkan ruang perawatan, selebihnya ada yang pulang,” ungkap Firmansyah.

Kemudian dari lonjakan kasus tersebut, terdeteksi adanya warga asing di salah satu pasien di IGD. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Idaman.

“Iya memang di IGD saat ini ada warga negara asing dengan paspor Tiongkong yang terindikasi suspek Covid, itu sudah kami laporkan ke tim satgas agar dilakukan pemantauan kepada yang bersangkutan apakah baru datang atau sudah lama menetap di sini,” pungkasnya.(kanalkalimantan.com/dewi)

Reporter : dewi
Editor : bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->