Connect with us

Kalimantan Selatan

Panen Padi di Penggalaman, Paman Birin: Harus Bisa Mencukupi Kebutuhan Pangan

Diterbitkan

pada

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor melakukan panen padi bersama petani Desa Panggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Senin (16/10/2023) pagi. Foto: adpim

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor melakukan panen padi bersama petani Desa Panggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Senin (16/10/2023) pagi.

Syukuran panen padi digelar bagian program antisipasi dampak el nino tahun ini.

Paman Birin -biasa disapa- tak sekadar datang, dia membawa bingkisan kue bingka untuk para petani dan warga yang hadir.

Baca juga: Hujan Deras Angin Kencang Landa Banjarmasin, Rumah Warga Tertimpa Pohon Tua

Turut dalam kegiatan, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ari Ariyanto, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Paman Birin mengingatkan, Kalsel dengan posisi sebagai daerah penyandang pangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim dituntut melakukan penanaman dengan optimal, sehingga bisa mencukupi kebutuhan pangan sendiri dan daerah lain.

Karena itu, Paman Birin memotivasi masyarakat petani setempat untuk terus melakukan penanaman padi di lahan mereka.

Baca juga: Tim ATC HSU Bawa Pulang 12 Medali dari Banjarbaru Taekwondo Festival 2023

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, panen padi kali ini mencapai luasan 300 hektare.

“Produktivitas padi rata mencapai 6 ton per hektare, masih di atas rata-rata produksi padi yakni 4 ton per hektare,” ujar Syamsir Rahman.

Produksi di Kalsel sampai sekarang sudah mencapai 800 ribu ton, hampir mendekati target 1 juta ton tahun ini.

Baca juga: Launching Banjarbaru Kota CSIRT, Keamanan Siber Infrastruktur Komputer Kota

Panen raya juga diisi dengan pasar murah dengan subsidi dari DPKP Kalsel yakni gula pasir hanya dijual seharga Rp14 ribu, minyak goreng Rp15 ribu, bawang merah seharga Rp14 ribu dan bawang putih Rp24 ribu.

“Harga dijual jauh lebih murah dari harga pasar karena disubsidi pemerintah provinsi, agar bisa membantu petani,” ujar Syamsir.

Di akhir acara, setelah pengundian doorprize, salah satu petani menyampaikan aspirasi petani berupa permintaan mesin traktor untuk mengolah lahan pertanian mereka. (Kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie
Editor : kk

Please follow and like us:
Pin Share

iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->
RSS
Follow by Email