Connect with us

HEADLINE

Pandemi Covid-19 di Kalsel Memasuki Gelombang Ketiga, Ini Kata Tim Pakar ULM!

Diterbitkan

pada

Pandemi Covid-19 di Kalsel telah masuk gelombang ketiga Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pertumbuhan penyebaran Covid-19 di Kalsel terus meroket. Kasus positif harian bahkan menembus angka 600 lebih pada Sabtu (18/7/2021) kemarin, membuat sejumlah orang curiga bahwa varian delta yang lebih ganas penyebarannya ini sudah muncul di banua.

Pasalnya, tren laju kasus harian Kalsel sudah searah dengan situasi nasional. Hidayatullah Muttaqin, pakar percepatan penanganan covid-19 Universitas Lambung Mangkurat melakukan analisis terhadap data persebaran Covid-19 belum lama ini.

“Melonjaknya angka konfirmasi harian tersebut selain besarnya pengambilan tes juga akibat semakin tingginya tingkat penularan virus Corona di tengah masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari angka tingkat positivitas per minggu hingga 2 kali lipat,” ujar Hidayatullah kepada Kanalkalimantan.com, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Remaja di Amuntai Terjaring Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan



 

 

Hidayatullah menjabarkan data yang menunjukkan pada tanggal 30 Juni berada di angka 15,46% menjadi 23,6% pada 8 Juli. Kemudian di tanggal 15 Juli kembali melonjak hingga 33,04% dan positivitas harian mencapai 38,17%.

“Seluruh kegiatan yang mendorong mobilitas penduduk dan menyebabkan berkumpul serta interaksi masyarakat perlu dikendalikan, termasuk penundaan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah,” tambahnya.

Ia mengamati bahwa generasi milenial (25 – 40 tahun), generasi X (41 – 56 tahun), dan generasi Z (9 – 24 tahun) adalah kelompok yang paling mendominasi penduduk yang terinfeksi Covid-19 dalam rentang waktu 1 – 15 Juli.

“Umur 18 sampai 54 tahun paling tinggi kasus terpapar Covid-19, karena umur dengan rentang itu penularannya cenderung dari perkantoran dan tempat kerja, sering nongkrong dan membuka masker saat berkumpul,” kata Hidayatullah.

Ia menyimpulkan peningkatan yang terjadi dikarenakan mobilitas penduduk Kalsel yang masih tinggi.

“Stay at home masih rendah, work from office masih tinggi, mobilitas di pasar tradisional tinggi, mobilitas di pusat perbelanjaan tinggi, bahkan mobilitas taman pun masih tinggi,” jelasnya

Baca juga: Cara Protes Kafe di Tengah PPKM Darurat, Khusus PNS Harga 3 Kali Lipat

Sementara itu, Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA sebelumnya pada Jumat (9/7/2021) telah memberlakukan pembatasan kedatangan di seluruh pintu masuk. Mulai dari jalur darat di wilayah perbatasan dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah serta jalur laut dan udara.

Safrizal ZA juga memastikan bahwa surat edaran terkait pemberlakuan pembatasan di semua pintu masuk itu sudah ditandatangani seluruh unsur Forkopimda Kalimantan Selatan pada Jum’at siang – 9 Juli 2021.

Dengan adanya surat edaran ini maka setiap orang yang masuk ke wilayah Kalimantan Selatan harus memperlihatkan surat keterangan negatif swab PCR.(kanalkalimantan.com/nurul)

Editor: cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->