Connect with us

HEADLINE

Nyawa Opek Tak Terselamatkan, Begini Kronologis Kebakaran di Gang Karya Martapura

Diterbitkan

pada

Kebakaran menghanguskan empat rumah dan satu korban meninggal dunia di Gang Karya RT 03, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (16/3/2023) subuh. Foto: wanda

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Peristiwa kebakaran menghanguskan 4 rumah dan satu korban meninggal dunia di Gang Karya RT 03 RW 03, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (16/3/2023) subuh.

Menurut informasi yang dihimpun, dari empat buah rumah yang terbakar, tiga di antaranya mengalami kerusakan total dan satu rumah rusak sedang.

Sementara itu, salah satu penghuni rumah, bernama Taufik alias Opek (35) ditemukan tak bernyawa terpanggang di bekas material kebakaran.

Ari, seorang saksi mata sekaligus korban yang rumahnya turut terbakar mengungkapkan kronologis kejadian kepada Kanalkalimantan.com, Kamis (16/3/2023) siang, menyebut api muncul sekitar pukul setengah lima subuh.

 

Baca juga: 179 Pelajar Ikuti Seleksi Paskibraka Kabupaten Banjar

“Baru saya membuka mata tiba-tiba mendengar sayup-sayup suara Uji meminta pertolongan, katanya tolong api tolong api, saat saya keluar api sudah ada di atas flapond rumah Opek,” ujar Ari, korban kebakaran di Gang Karya, Kelurahan Jawa, Martapura saat diwawancarai.

Dijelaskan Ari, Uji adalah anggota keluarga dari Opek yang tinggal terpisah yang masih bersebelahan rumah dengan dirinya. Sementara Opek tinggal bersama dengan ayahnya bernama Syahrani atau Rani (60).

Ari bersama Uji pun sempat berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya, namun upaya itu tak membuahkan hasil apa pun.

Agar sama-sama menyelamatkan diri, Ari sempat mengarahkan Rani untuk bisa menyelamatkan Opek, lantaran diketahui anaknya tersebut mengalami keterbatasan fisik sejak lahir, sehingga tak bisa berjalan.

“Kami langsung memutuskan untuk menyelamatkan yang bisa diselamatkan, saat itu saya melihat Rani ini mengeluarkan sepeda motornya, saya coba arahkan semua, coba selamatkan yang hidup dulu, masuk arah sini kemudian selamatkan Opek baru keluar di tempat yang belum terjangkau api,” jelasnya.

Baca juga: Tanam Pohon di Lahan Rawa Landasan Ulin, Dishut Kalsel Ingin Jadikan Hutan Kota

Selepas itu, mereka pun sibuk menyelamatkan barang-barang di rumah pribadi yang terbakar. Sementara itu di lapangan, petugas Damkar menurunkan satu unit fire truk untuk melakukan pemadaman.

“Selepas itu kita hilang komunikasi, karena kita menyelamatkan masing-masing diri dimana saya ada istri dan dua anak kecil, sementara barang yang sempat diselamatkan berkas dan handphone saja,” ungkap Ari.

Posisi bangunan yang rapat berjenis kayu membuat petugas berjibaku memadahkan api. Hingga akhirnya satu jam lebih berlalu, api akhirnya berhasil benar-benar dipadamkan.

Naasnya setelah api berhasil dipadamkan, Opek ternyata tidak bisa terselamatkan. Sementara itu korban lain, Uji dan Rani masih didapati lemas atas kejadian tersebut.

Belum diketahui pasti penyebab terjadi kebakaran tersebut, serta kerugian yang ditaksir. Pihak berwajib pun telah memasang garis polisi di sepanjang lokasi kebakaran.

Baca juga: Jelang Puasa Harga Ayam Potong di Pasar Bauntung Diprediksi Terus Naik

Adapun jasad Opek dievakuasi sekitar pukul 06.45 Wita menggunakan ambulans untuk dibawa ke ruang jenazah RSUD Ratu Zalecha Martapura.

“Sekarang jasadnya masih ditangani, kalau sudah diperiksa kabarnya akan langsung dimakamkan, karena rumah dukanya habis terbakar,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/ wanda)

Reporter : wanda
Editor : bie


iklan " />

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->