Connect with us

HEADLINE

Mengubah Kebiasan Perilaku MCK Warga di Banjarbaru, Upaya Nol Persen BABS

Diterbitkan

pada

Jamban apung pada sebuah lanting di wilayah Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, yang masih tersisa. Foto: ibnu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mayoritas masyarakat Banjarbaru sudah tidak ada yang melakukan buang air besar sembarangan alias BABS. Meski begitu, masih ada sejumlah kecil warga yang tetap memanfaatkan jamban terapung di sungai wilayah Kecamatan Cempaka untuk keperluan MCK alias mandi cuci kakus.

Kondisi itu menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru bersama Puskesmas setempat denbgan terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada warga.

Warga Bangkal, Kecamatan, Cempaka, Musfirah mengatakan, dulu di wilayahnya masih banyak jamban mengapung, namun sekarang terus berkurang karena tidak terpakai lagi dan hanyut kena banjir pada awal tahun 2021 lalu.

“Sekarang lanting tersebut hanya difungsikan warga sebagai sarana mandi dan mencuci,” ungkapnya.



 

 

Baca juga: Dua Bulan Sudah Meninggal Dunia, Bocah Disimpan Orangtuanya

Ditambahkan Musfirah, petigas kesehatan sering melakukan imbauan untuk tidak membangun jamban di sungai. Warga masih menggunakannya, hanya saja untuk aktifitas mandi dan mencuci di sungai, sehingga diberi kelonggaran untuk membangun lanting.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Banjarbaru, Rita Fitriani mengakui, memang masih ada lanting di wilayah Banjarbaru, namun dirinya menegaskan kalau di Kecamatan Cempaka dan Kota Banjarbaru pada umumnya tidak ada lagi yang BABS ke sungai.

“Di Banjarbaru perilaku orang BABS ke sungai bisa dikatakan nol persen,” tegasnya.

Dinkes bersama instansi terkait serta Puskesmas sejak beberapa tahun silam terus melakukan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat.

“Satu lanting tersebut memang sudah ada dari dulu, kita tidak merobohkannya, tapi menggunakan pendekatan persuasif agar masyarakat tidak menggunakan jamban untuk buang hajat. Bahkan dari Dinas PUPR sudah banyak membangun WC dan septic tank untuk warga, termasuk kepala keluarga di sekitar lanting tersebut,” bebernya.

Baca juga: Mirip Polisi Bingungkan Masyarakat, Seragam Satpam Akan Diubah Kembali

Mengubah perilaku warga yang sudah mendarah daging alias menjadi budaya melakukan BABS di sungai sangat panjang prosesnya.

“Kita dari dulu memang tidak pernah melakukan penghilangan jamban, tapi lebih kepada pendekatan persuasif kepada masyarakat, terbukti hingga sekarang di Banjarbaru sendiri nol persen perilaku warga yang BABS ke sungai tidak ada lagi,” tuntasnya.

Pemerintah Kota Banjarbaru di penghujung tahun 2021 lalu melakuka-n deklarasi setop buang air besar sembarangan dan berhasil meraih penghargaan Kota ODF kedua di Kalimantan Selatan dan yang ketiga untuk Regional Kalimantan. (kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

<

Paling Banyak Dibaca

-->