Connect with us

Pendidikan

Lewat Alat Peraga, Kini Belajar IPA dan Matematika di Sekolah Lebih Menyenangkan!

Diterbitkan

pada

Pelatihan penggunaan alat peraga dalam pengajaran bidang IPA dan Matematika di SD Islam Integral Hidayatullah Banjarbaru yang dilaksanakan dosen Prodi Kimia FMIPA dan FKIP ULM. Foto: pskimia

BANJARBARU, Bagi siswa sekolah dasar, pelajaran Matematika maupun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kadang dianggap sebagai sesuatu yang sulit. Sehingga banyak diantara mereka kurang menyenangi dan berimbas jatuhnya nilai pada dua pelajaran tersebut. Namun, lewat metode pembelajaran menggunakan alat peraga yang dikembangkan dosen Program Studi Kimia Fakultas MIPA dan jurusan Matematika dan Fisika FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), imej tersebut bisa dengan mudah di balik!

Kini metode menggunakan alat peraga untuk IPA maupun Matematika di sekolah, terbukti bisa melibatkan siswa dan guru secara aktif dalam proses belajar. Sehingga mereka dapat mudah mencerna maupun memahami IPA dan Matematika lebih mudah.

Ketua tim pengabdian masyarakat yang membidangi pelatihan alat peraga pelajaran IPA dan Matematika ini, Kamilia Mustikasari, S.Si, M.Si mengatakan, tergerak melakukan terobosan pembelajaran dua bidang tersebut, karena selama ini Matematika dan IPA sering disampaikan secara abstrak. “Ini menjadi sulit dipahami siswa, yang perkembangan kognitifnya belum sepenuhnya bisa mencerna sesuatu yang abstrak,” ungkapnya.

Maka itu, Kamilia bersama rekannya Siti Mawaddah, S.Pd, M.Pd (anggota- dosen FKIP Matematika ULM) dan Sarah Miriam, S.Pd, M.Pd, M.Sc (anggota- dosen FKIP Fisika ULM), menggagas  metode pembelajaran IPA dan Matematika lewat alat peraga. Hal ini, mereka terapkan dalam edukasi tenaga pengajar atau guru di SD Islam Integral Hidayatullah, di Jl Palm Raya, Sei. Rancah, Kecamatan Palm Banjarbaru.

Kamilia mengatakan, tim dibantu oleh mahasiswa Prodi Kimia ULM, membimbing para guru di SD Islam Integral untuk mampu mempraktekkan pembelajaran IPA dan Matematika menggunakan alat peraga. “Kegiatan ini diikuti oleh guru dari kelas 1 hingga kelas 6. Biar lebih efektif dalam penyampaian dan paparan, maka para guru dibagi menjadi beberapa kelompok,” jelasnya.

Ia menekankan, dalam hal ini proses pembelajaran Matematika dan IPA harus disampaikan dengan cara konkrit dan menyenangkan. Maka itu, dalam penyampaiannya guru dituntut untuk lebih kreatif tidak hanya dengan metode ceramah. “Alat peraga ini dapat membuat ilmu Matematika dan IPA yang bersifat abstrak dapat dipahami dengan lebih mudah dan menyenangkan,” katanya.

Dan benar saja, dalam salah satu sesi penerapan meteode tersebut di kelas, siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Mereka bahkan begitu antusias mencoba mempraktekkan sejumlah metode sains maupun penghitungan menggunakan bahan-bahan sederhana yang bisa dijumpai di  lingkungan sekitar.

Di akhir sesi program, tim juga menyerahankan alat-alat peraga pengajaran seperti KIT IPA Merah, KIT Matematika, Torso alat indera dan tubuh manusia, dan bahan kerangka anatomi tubuh manusia.

Salah seorang guru yang mengikuti pelatihan Sukarni SE mengatakan, apa yang dilakukan dosen dan mahasiswa ULM tersebut sangat membuka wawasannya. Terutama dalam hal pendekatan pembelajaran matematika dan sains ilmu pengetahuan alam. “Saya mengakui, dengan menggunakan alat peraga selain lebih mudah dalam penyampaikan maksud pelajaran, juga para siswa menjadi lebih tertarik. Ini menjadikan pelajaran IPA dan Matematika tentunya lebih menyenangkan bagi mereka,” ungkapnya.

Pun disampaikan Kepala Sekolah SD Islam Integral Hidayatullah, Abdul Rahman S.sos, yang mengatakan pelatihan pembelajaran melalui alat peraga IPA dan Matematika ini sangat bermanfaat bagi sekolahnya. “Ini sejalan dengan semangat kami mencetak generasi yang berakhlak, perpengetahuan, serta terampil di segela bidang. Apa yang disampaikan, dapat menambah pengetahuan dan ketrampilan kami,” ungkapnya.

Apalagi dengan adanya alat-alat peraga IPA dan Matematika yang dihibahkan ke sekolah, sangat membantu dalam proses pembelajaran. “Kami tentunya sangat berterima kasih, terlebih anak-anak pun senang dapat belajar dengan cara yang menyenangkan,” pungkas Abdul.(cel/kim)

Reporter : cel/kim
Editor : Cell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->