Connect with us

Pilkada Banjarbaru

Langkah Aditya Pijak Balai Kota Banjarbaru (2): Covid-19 Merebak, hingga ‘Pesta Terakhir’ Bersama Iwansyah

Diterbitkan

pada

Duet Aditya-Iwansyah bubar seiring pengunduran diri Aditya dari laga Pilkada Banjarbaru Foto: rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Terbentuknya duet Aditya Mufti Ariffin-AR Iwansyah yang mendapat sokongan gerbong koalisi Partai Golkar dan PPP, nyatanya tak seperti mimpi indah yang dibayangkan. Meski perjalanan pasangan ini dalam menghimpun kekuatan dukungan dari berbagai macam partai politik, terbilang solid. Merebaknya pandemi Covid-19 di tengah dinamika politik saat itu, tanpa disadari memunculkan keretakan di kubu internal mereka.

Bukan karena elektabilitas duet ini yang tak kunjung meningkat. Melainkan kekhawatiran Aditya yang menilai bahwa penyelenggaran Pilkada terlalu beresiko di saat wabah virus corona tengah mengancam keselamatan masyarakat.

Tepat pada 15 Juni 2020, Aditya didampingi tim mengumumkan pengunduran dirinya dari gelanggang Pilkada Banjarbaru. Menurut Aditya, penyelengaraan Pilkada di tengah pandemi sangat tidak efektif. Para kandidat, termasuk dirinya tidak bisa maksimal menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat sebagai pemilih.

“Di tengah pandemi seperti ini, kita pasti kesulitan dalam memberikan edukasi-edukasi penting terkait penyelenggaraan Pilkada, seperti dalam melaksanakan pembekalan atau pelatihan saksi kami nantinya di TPS,” ujarnya.



 

Secara anggaran, lanjutnya, juga akan sangat membebani karena harus menambahkan biaya APD dan protokol kesehatan. Sehingga, tandasnya, akan lebih bijak anggaran yang sangat besar itu difokuskan dulu dalam penanganan Covid-19 dan membantu masyarakat terdampak.

“Banyak masyarakat yang kena PHK, perusahaan tutup, pendapatan jauh berkurang. Itu yang seharusnya lebih kita utamakan, bukan memaksakan Pilkada di tengah pandemi,” dalihnya saat itu.

Sejak saat itu, duet Aditya – Iwansyah telah dinyatakan kandas. Surat Keputusan (SK) rekomendasi dukungan yang telah dikeluarkan sejumlah partai politik terhadap mereka, hanya menjadi tumpukan surat yang menantikan kehadiran kandidat baru yang akan meramaikan pesta demokrasi di Kota Idaman. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

<

Paling Banyak Dibaca

-->