Connect with us

Budaya

Kolosal Manjalung Ratu Zaleha Puaskan Dahaga Penikmat Seni

Diterbitkan

pada

TARI KOLOSAL, Gelaran pentas sendratari kolosal Manjalung Ratu Zaleha digelar STKIP PGRI Banjarmasin di Gedung Sultan Suriansyah Banjamasin, Sabtu (20/1) malam. Foto : ammar
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Ratusan pasang mata dibikin terpukau saat menyaksikan gelaran pentas sendratari kolosal Manjalung Ratu Zaleha yang dipertunjukan mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin di Gedung Sultan Suriansyah Banjamasin, Sabtu (20/1) malam.

Antusiasme penonton sendratari kolosal ini sangat banyak, telihat kursi penonton dan antrean penuh terisi oleh penyuka seni bersama beberapa pejabat pemerintah yang turut berhadir dalam kolosal tersebut.

Seperti halnya Anisa, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin merasa senang dan tertarik dengan pertunjukan kolosal ini, karena sangat jarang ditemui.

“Apalagi mengangkat seorang sosok Ratu Zaleha. Tata panggungnya menarik didukung penata musiknya, membuat suasana di gedung menjadi terbawa dengan alur cerita di atas panggung,” ujar Anisa.



“Sungguh, sosok seorang Ratu Zaleha ini sangat memikat saya sebagai perempuan dan saya mengapresiasi pemeran Ratu Zaleha tersebut,” katanya.

Ia pun mengaku tidak asalah bila harus merogoh kocek Rp 15 ribu ntuk acara semewah ini. “Kita bisa melihat pagelaran kolosal Ramayana bisa mencapai 500 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang ikut menyaksikan mengatakan, pentas sendratari Manjalung Ratu Zaleha adalah sebuah upaya mengangkat budaya local.

“Adalah tugas kita bersama menampilkan menjadi sebuah sajian yang berkelas itu memerlukan sebuah profesionalisme. Semoga acara seperti bisa diadakan secara rutin dan kami sangat bangga karena bisa mengangkat seorang sosok pejuang dari tanah Banjar yang mengibarkan perang banjar serta rela berjuang demi tanah tercintanya.

Ibnu Sina menambahkan, sebelumnya tokoh pahlawan yang diangkat ke layar lebar ialah Pangeran Antasari. “Saya harap Pemprov juga bisa mengangkat seorang sosok Ratu Zaleha yang terkenal dari ujung ke ujung tanah Kalimantan, dihormati oleh semua orang,” katanya.

Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus mengangkat khazanah budaya lokal Bersama budayawan dan seniman lokal dengan pementasan yang berakar pada sejarah.

“Kami beri kebebasaan dalam mementaskan budaya lokal untuk budayawan dan seniman lokal di panggung siring, rumah anno, serta tempat keramaian lainnya yang sudah disiapkan oleh pemerintah untuk menggelar sebuah acara,” ujarnya.

Pelaku dan sekaligus pegiat seni Yuda mengungkapkan rasa kembiraannya selama 30 tahun menggeluti budaya di Kalsel, ada mahasiswa yang sangat bagus bisa mementaskan sebuah kolosal yang begitu megahnya.

“Penata cahaya, penata musik serta para pengisi acara yang diisi semua mahasiswa sangat bagus sekali, ini mungkin dapat meningkatkan minat anak muda Kalsel dibidang seni budaya local,” ujarnya. (ammar)

Reporter: Ammar
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->