Budaya
Iwak Samu, Ikan Bercampur Beras Sangrai Tumbuk
BANJARMASIN, Banyak kuliner unik khas Urang Banjar yang hanya bisa ditemukan di pasar tradisional. Salah satu hasil produk budaya Urang Banjar adalah iwak samu biasa ada yang yang menyebut pakasam.
Tetapi iwak samu dan pakasam ini sebenarnya berbeda, kalau pakasam rasanya agak asam tetapi jenis ikan yang dipakai tetap sama. Iwak samu sendiri artinya serbuk beras yang telah disangrai dan diberi sedikit kunyit. Ini merupakan kuliner ikan Urang Banjar yang sudah ada sejak zaman dahulu. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin atau ke wilayah Hulu Sungai pasti akan dibikin penasaran dengan ikan yang satu ini, karena bentuk dan rupanya yang menarik, iwak samu terlihat seperti pasir berwarna keemasan.
Cara mengawetkan ikan ini pun sangat unik yaitu dengan membumbui ikan dengan garam, kunyit dan beras yang disangrai kemudian ditumbuk kasar sehingga menghasilkan cita rasa yang unik, gurih dan enak. Tetapi terlebih dahulu ikan harus dalam kondisi bersih tanpa perut maupun sisiknya, baru bisa dicampur samu. Biasanya ikan yang digunakan adalah ikan sepat, gabus, dan papuyu, khusus ikan sungai saja.
Proses pembuatanya tidaklah rumit, ikan dibersihkan lalu diberi garam kemudian kunyit yang telah dihaluskan dan beras yang sudah ditumbuk disangrai lalu dicampurkan ke ikan yang sudah diberi garam tadi. Ikan didiamkan beberapa waktu, beberapa bulan bahkan biasanya sampai tahunan jika disimpan semakin lama makan akan semakin asin rasanya.
Suri (55), salah satu penjual ikan samu di Pasar Lama Banjarmasin sudah 10 tahun terakhir berjualan iwak samu. Iwak samu di setiap daerah di Kalsel rasanya akan berbeda-beda.
“Setiap iwak samu di beberapa daerah itu beda rasanya, contohnya seperti di Kandaggan rasanya lebih asam,†ujarnya.
Untuk harga, biasanya iwak samu ini dijual Rp 10.000 per setengah kilogram. “Atau semau kita saja mau beli berapa nanti penjualnya yang menentukan.,†katanya. Suri pun mengatakan bahwa tidak sedikit pula yang menjadikan iwak amu ini sebagai oleh-oleh karena keawetanya.
“Biasanya orang lebih suka bawa oleh-oleh iwak samu ini daripada bawa oleh-oleh jenis kue, rasanya gurih dan kriyuk-kriyuk ketika dimakan, pelanggan saya juga banyak dari luar Banjarmasin,†akunya.
Biasanya Urang Banjar mengolah iwak samu ini dengan langsung digoreng kering, ditumis ataupun dimasak dengan campuran rempah atau apa saja sesuai selera. Tidak sedikit pula rumah makan di Banjarmasin yang menyediakan menu iwak samu ini. (asriyani)
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluSMAN 7 Banjarmasin Juara Lomba Mading 3D Museum Wasaka
-
HEADLINE2 hari yang laluPerbedaan Perlakuan, Mantan Jampidus Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi
-
HEADLINE2 hari yang lalu8 Area Rawan Korupsi Daerah: Program Titipan, Pokir, Hibah dan Bansos
-
Pendidikan3 hari yang laluMading 3D Juara Pertama Karya Anak SMAN 7 Banjarmasin Integrasikan AI
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluLestarikan Budaya, Gubernur Kalteng Resmikan Pembangunan Huma Betang
-
DPRD Kota Palangka Raya2 hari yang laluAnggota DPRD Ingatkan Warga Waspada Penyakit Diare dan ISPA


