Connect with us

HEADLINE

Ini Kronologi Lakalantas yang Tewaskan Satu Keluarga di Jl PM Noor

Diterbitkan

pada

Lakalantas yang menyebabkan 1 keluarga meninggal di Jl PM Noor Banjarbaru Foto : istimewa

BANJARBARU, Kronologi lakalantas tragis yang menyebabkan tewasnya satu keluarga di Jl PM Noor, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kamis (7/2) pukul 06.45 Wita, akhirnya terungkap. Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Banjarbaru AKP Gustaf mengatakan, kecelakaan bermula korban Poldin Panjaitan (39) yang mengendarai suzuki Nex DA 6567 berserta istri dan anaknya berbelok ke kanan menuju arah Simpang 4 Kota Banjarbaru menabrak pintu mobil Avanza  DA 7991 TPB yang sedang terparkir di badan jalan.

Pada peristiwa naas tersebut, korban terlempar di jalanan yang pada saat bersamaan muncul iringan truk TNI. Untungnya, pada peristiwa tersebut rombongan mobil TNI berhasil menghindari tabrakan dengan korban yang sudah tergeletak di jalanan. Meskipun, motor korban yang terpisah beberapa meter dari korban sempat terlindas hingga menyebabkan ban belakang truk TNI tersebut robek.

AKP Gustaf menjelaskan, saat itu cuaca sedang hujan dan korban mengendarai motor dalam kondisi kecepatan tinggi.

“Cuaca hujan saat itu dan jalanan licin, korban melaju cukup kencang saat itu” terangnya.

Dalam situasi tersebut, Edi Supriatno, pengemudi mobil Avanza Silver DA 7991 TPB yang sedang parkir di badan jalan tiba-tiba membuka pintu mobil untuk keperluan membuang sampah di sekitar lokasi kejadian. “Pintu mobil dari kursi supir baru terbuka setengah dan langsung ditabrak oleh korban,” lanjutnya.

Ketiga korban yang terhempas ke aspal saat itu nyaris saja disambar konvoi truk TNI yang datang dari arah berlawanan. Beruntung, truk tersebut berhasil menghindar dari para korban yang terjatuh. Namun ban belakang truk sempat menabrak motor korban yang mengakibatkan ban belakangnya robek.

Pihak TNI dan masyarakat yang menyaksikan peristiwa tersebut, langsung mengevakuasi korban untuk dilakukan penanganan medis. Namun sayang, Susilawati Tamba (36), istri pengendara motor  tewas di tempat kejadian dengan luka di bagian kepala. Ketiga korban pun kemudian dibawa oleh pihak TNI  ke Rumah Sakit Lembayung dan Rumah Sakit Idaman Banjarbaru. Nahasnya, sang ayah Poldin Panjaitan (39) dan sang anak berinisial MPP (6) juga tidak terselematkan.




Peristiwa tragis ini menjadi perhatian masyarakat. Bahkan banyak juga yang menanyakan terkait jalan PM Noor tersebut bukan akses jalan untuk 2 arah. Dikonfirmasi kanalkalimatan.com, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Banjarbaru Ahmad Yani Makkie menjelaskan, pola jalan PM Noor tersebut direncanakan hanya satu arah. Namun masyarakat selama ini menggunakan jalan tersebut dua arah.

“Kita turut berduka atas kejadian ini, kami secepatnya untuk membahas kepastiannya akses jalan itu dengan Forum LLAJ. Nantinya Jalan PM Noor itu hanya bisa dilalui dari pengendarah arah Banjarbaru, sedangkan pengendara yang mau menuju ke arah Banjarbaru harus melewati Jalan Bhayangkara di depan SPN Banjarbaru,” bebernya.

Terkait siapa yang bersalah dalam peristiwa yang menewaskan satu keluarga ini, AKP Gustaf masih belum bisa memastikan hal tersebut. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pemanggilan para saksi. “Kita masih lakukan penyelidikan dan pengemudi Avansa atas nama Edi Supriatno saat ini kita amankan, tidak ditahan” lanjutnya.

Dari pantauan kanalkalimantan, saat ini motor korban dan mobil Avansa berada di Polres Banjarbaru. Terlihat kondisi kondisi kendaraan korban mengalami rusak yang cukup parah sedangkan mobil Avansa mengalami lecet dan penyok di bagian pintu supir.

Di sisi lain, bertempat di Rumah Duka  akan dilakukan ibadah penghiburan oleh jemaat gereja Katholik dan sanak saudara pada malam ini. Ketiga korban ini akan dimakamkan setelah menunggu kedatangan orang tua korban yang berada dikampung.

Penanggung Jawab Wilayah Banjarbaru Jasa Raharja, Budi Perkasa Z mengatakan akan memberikan dana sebanyak Rp 104.000.000 kepada ahli waris yakni anak kedua dari korban yang saat kejadian tersebut sedang ada di rumah karena sakit. “Uang Rp 4 juta itu buat biaya penguburan yang kita berikan kepada anak kedua yang juga masih kecil,” ujarnya.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 134
    Shares