Connect with us

Kota Banjarbaru

Hotspot Terpantau di Cempaka, Ini yang Dilakukan BPBD Banjarbaru

Diterbitkan

pada

BPBD Banjarbaru siap menghadapi bencana Karhutla yang diprediksi terjadi Mei mendatang. Foto: bpbd banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) semakin nyata. Kota Banjarbaru sebagai salah satu wilayah yang kerap terdampak bencana di musim kemarau tersebut mulai mengambil ancang-ancang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru, Zaini Syahranie, menyatakan gencar melakukan upaya demi mengantisipasi terjadinya karhutla. Pasalnya, satu titik api atau hot spot telah terpantau beberapa waktu lalu.

“Ada satu titik hotspot di wilayah Kecamatan Cempaka beberapa waktu kemarin. Namun dengan bekerjasama dengan instansi terkait, kejadian itu bisa teratasi. Ini telah menjadi pertanda agar kami mulai gencar melakukan upaya antisipasi pencegahan,” katanya, Senin (8/3/2021).

BPBD Banjarbaru telah memetakan sejumlah lokasi yang menjadi fokus perhatian terkait penanggulangan Karhutla tahun ini. Dipusatkan di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor, yakni Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, serta Cempaka.



Antisipasi tersebut, ujar Zaini, disebabkan asap yang ditimbulkan akibat Karhutla dapat menggangu aktivitas penerbangan di bandara. Hal itu sebagaimana peristiwa yang pernah terjadi beberapa tahun silam, tepatnya pada tahun 2019.

“Pemetaan ini sudah kita bahas bersama seluruh unsur Forkopimda, baik itu TNI dan Polri. Dan sudah didukung juga olej Wali Kota Banjarbaru, pak Aditya. Kita mengingat beberapa tahun lalu, dimana asap kiriman di wilayah ini sangat berdampak pada aktivitas penerbangan dan masyarakat lokal,” bebernya.

Upaya penanggulangan Karhutla di Banjarbaru terus dimaksimalkan, dimana pada tahun ini BPBD Banjarbaru akan menggandeng para pihak terkait. Misalnya, Basarnas hingga organisasi bentukan masyarakat seperti halnya Masyarakat Peduli Api (MPA) di tiap-tiap kelurahan.

Tak hanya itu saja, BPBD Banjarbaru juga telah mempersiapkan fasilitas sarana prasana yang nantinya akan digunakan. Mulai dari peralatan mesin pompa, tenda posko bencana, hingga armada tangki air yang dipergunakan secara mobile.

“Mitigasi juga kita lakukan tentang penanganan. Tentunya tidak lepas dari sosialisasi dan praktek lapangan. Kita harapkan karhutla fi tahun ini bisa diantisipasi sebaik mungkin,” Zaini.

Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA mengungkapkan bahwa penetapan siaga Karhutla dipicu jelang memasukinya musim kemarau. Hal ini sebagaimana laporan BMKG yang memprediksi akan terjadi pada Mei mendatang.

“Prediksi BMKG, kemarau akan mulai berlangsung pada bulan Mei. Sebagaimana kita ketahui, kalau daerah kita sangat berpontensi terjadi karhutla di musim kemarau. Nah, hari ini kita persiapan personil yang nantinya bertugas, alat sarana prasana, metode, dan koordinasi untuk menanggulangi ancaman Karhutla di Kalsel,” ujarnya.

Disisi lain, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, mengklaim tak akan memberikan toleransi tindakan siapapun yang berusaha membakar hutan dan lahan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkerja sama guna menanggulangi Karhutla.

“Selama ini, kita memberikan tindakan tegas bagi siapapun yang melanggar. Mudahan ada efek jeranya dan tidak mengulangi perbuatan yang sama di tahun ini. Kami akan selalu siap siaga, tapi kita sadar kondisi di lapangan itu tidak bisa diprediksi. Artinya kita tidak bisa berkeja sendiri, semuanya harus kerja sama,” tegasnya.

Jenderal bintang dua itu juga mengingatkan atas menakutkannya dampak dari bencana karhutla. Bahkan, ia menceritakan fenomena yang terjadi beberapa tahun silam, dimana saat karhutla masif terjadi di sejumlah daerah di Indonesia membuat negara asing ikut terdampak akibat menerima kiriman kepungan asap tebal.

“Karhutla itu memberikan efek kepada dunia internasional, akibat kiriman asap keluar negeri. Saya harap peristiwa seperti itu tidak terulang di tahun ini,” lugasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->