Connect with us

Kabupaten Kapuas

Hadapi Kemarau, Warga Tumbang Mangkutub Siapkan 30 Titik Sumur Bor

Diterbitkan

pada

Pembuatan sumur bor yang dilakukan warga desa Tumbang Mangkutub, Kecamatan Mantangai, menghadapi kemarau. foto: ags

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Menghadapi musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Pemerintah Desa Tumbang Mangkutub, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas bersama warga desa membuat sumur bor di desa setempat. Setidaknya ada 30 titik sumur yang akan dibangun tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan, Sekretaris Desa Tumbang Mangkutub, Suriato kepada Kanalkalimantan.com, Jumat (3/7/2020).

Dia mengaku telah terkumpul sumbangan atas partisipasi warga desa Tumbang Mangkutub guna pembuatan sumur bor di desa ini.

“Tahun ini ada 30 titik sumur bor yang akan dibangun untuk kebutuhan warga desa ketika musim kemarau dan juga dapat meantisipasi kebakaran. Namun, baru dua titik sumur bor yang telah kami realisasikan. Karena memerlukan waktu 15 hari pembuatan sumur bor tersebut,” kata Suriato.



Suriato mengatakan pembuatan sumur bor itu terdiri dari mesin sible, paralon, KWh Listrik, bak penampungan air dan selang pembuangan.

Pembuatan sumur bor yang dilakukan warga desa Tumbang Mangkutub, Kecamatan Mantangai, menghadapi kemarau. foto: ags

“Jadi, warga desa Tumbang Mangkutub hanya menggunakannya saja. Setiap sumur bor kami serahkan ke pengelola masing-masing. Untuk total anggaran sumur bor itu menelan biaya sebesar Rp 45 juta,” kata dia.

Dia berharap dengan adanya sumur bor itu dapat membantu petani mengatasi kekeringan ketika musim kemarau. Sehingga, petani bisa menggarap lahan sawah dua kali dalam satu tahun, juga dapat mencegah bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Disamping itu juga Sekdes Tumbang Mangkutub mengimbau kepada warga desa, agar jangan membakar hutan dan lahan, karena rawan terjadi kebakaran.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pembuatan Sumur Bor, Suriaji mengatakan, melalui Regu Peduli Kebakaran (RPK) desa Tumbang Mangkutub membuat sumur bor sebanyak 30 titik. “Cukup lama, dikarenakan lokasi titik pengeboran terpencar,” terangnya.

“Alhamdulillah, dengan adanya sumur bor didesa kami, bisa bertahan ketika musim kemarau tiba,” kata salah satu warga desa Tumbang Mangkutub.  (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : ags
Editor : bie

 


iklan

Disarankan Untuk Anda

<

Paling Banyak Dibaca

-->