Connect with us

Budaya

Gelang Simpai Khas Suku Dayak Meratus Loksado, Dulu Dipercaya Punya Kekuatan Magis!

Diterbitkan

pada

Pembuatan gelang simpai asal Loksado, kini sudah menjadi kerajinan bernilai ekonomi dan budaya. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KANDANGAN – Salah satu yang unik ketika berkunjung ke pedalaman Meratus, Kalimantan Selatan (Kalsel), kita bisa membawa cendera mata berupa gelang simpai. Dulunya, dari cerita para tetua adat setempat, tidak sembarangan orang bisa membuat gelang simpai suku Dayak Meratus. Sebab dipercaya mengandung unsur-unsur magis.

Gelang simpai merupakan gelang khas Kalimantan yang langsung dianyam langsung di tangan orang yang ingin memakainya. Biasanya dibuat oleh balian (ketua adat) dayak yang biasa memimpin upacara/aruh adat dayak.

Menurut salah satu pemuda dayak yang juga pengrajin gelang simpai, Ibnu Iberahim, gelang simpai dipercaya oleh masyarakat dayak mengandung kekuatan magic seperti menolak (Parangmaya) atau sihir dan juga ilmu hitam.

Baca juga: Pasca Puting Beliung di Penggalaman, Warga-Babinsa Gotong Royong Perbaiki Rumah



 

 

Gelang Simpai yang biasa dipakai di tangan dijadikan aksesoris di bagian leher. Foto: ist

“Selain itu juga dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menolak seperti gangguan dari roh-roh jahat yang ada di hutan/ alam Meratus, menetralisir racun atau toxin lewat pori-pori tubuh, menambah keberanian pada pemuda-pemuda dayak,” terangnya kepada Kanalkalimantan.com, Sabtu (19/6/2021)
Ibnu Iberahim mengatakan, gelang simpai juga dipercaya sebagai simbol persaudaraan yang erat bagi masyarakat dayak Meratus Loksado. Karena bahan yg digunakan untuk membuat gelang simpai merupakan satu kesatuan yang tak terputus.

Selain bisa dijadikan cendera mata alternatif jika berkunjung ke Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Desa Tanuhi, Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Gelang simpai ini terbuat dari tumbuhan serat pakis atau biasa disebut (Alang Am) yang bahan bakunya hanya bisa ditemukan di lereng Pegunungan Meratus, Loksado.
Untuk pembuatan gelang simpai sendiri terbilang cukup rumit dan membutuhkan waktu sekitar 15 menit, bahkan hingga hitungan jam, tergantung dari tingkat kesulitannya.

Gelang simpai dari tradisi dayak Meratus bergeser menjadi aksesoris bernilai tinggi. Foto: ist

Proses pembuatannya disesuaikan dengan pergelangan tangan si pemakai, sehingga sulit untuk dipindahtangankan dan secara langsung dibuat ditangan pemakainyan.
Bagi Suku Dayak Meratus anyaman simpai ini dulunya hanya sebagai aksesoris Mandau, yang memiliki tingkatan, yakni semakin tinggi simpai yang dibuat, semakin tinggi pula kemampuan sang pemilik dalam menggunakannya.

Baca juga: Waspada Kasus Covid-19 Delta, Kalsel Perketat Jaga Perbatasan!

Seiring perkembangan zaman, anyaman simpai mulai bergeser fungsinya menjadi aksesoris seperti gelang dan cincin untuk cendera mata. Ketika orang menggunakan gelang Simpai pertanda pernah menginjak Pegunungan Meratus Loksado atau perkampungan orang Dayak.

Untuk harga perbuahnya bisa dibilang sangat terjangkau sekitar Rp20.000-an dan kita juga bisa membeli yang sudah jadi atau juga langsung minta anyamkan ditangan kita langsung.(Kanalkalimantan.com/shintia)

Reporter: shintia
Editor: cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->