Connect with us

Kabupaten Banjar

Distriburi Air Tak Merata, Warga Perbatasan Banjar Minta Pindah Jaringan ke PDAM Bandarmasih

Diterbitkan

pada

Warga perbatasan Banjar-Banjarmasin protes distribusi air bersih Foto : rico

BANJARBARU, Belasan penghuni Kompleks Graha Tembikar Permai, Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar ramai-ramai mendatangi Kantor PDAM Intan Banjar, Senin (9/9). Warga memprotes masalah distribusi air bersih dari PDAM yang tidak merata di kawasan perbatasan Kabupaten Banjar-Kota Banjarmasin.

Perwakilan warga kompleks, Hendra, membeberkan krisis air telah terjadi selama dua tahun belakangan. Sebagai gambaran, air hanya mengalir kala pukul 01.30 Wita sampai menjelang waktu subuh tiba.

“Tiap tengah malam (dini hari) baru hidup. Itu pun kada (tidak) tentu juga jamnya. Jadi mesti nunggu-nunggu gitulah,” ujar Hendra usai audiensi dengan direksi PDAM Intan Banjar.

Hendra beserta perwakilan warga lainnya menyadari bahwa permukiman mereka berada di area perbatasan. Namun, bukan berarti mereka harus menelan pil pahit tidak mendapatkan distribusi air secara merata. “Permintaan kami tidak lebih. Pindah jaringan (PDAM) ke PDAM Bandarmasih kalau belum lancar. Itu aja yang utama permintaan kami,” ujarnya.

Adapun Kompleks Graha Tembikar kini sedikitnya dihuni 250 Kepala Keluarga (KK). Warga mengestimasi jumlah ini akan bertambah seiring dengan pembukaan lahan baru di sekitar area perumahan.

Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Intan Banjar, Said Umar, berkata macetnya distribusi air di kawasan perbatasan terjadi lantaran kuantitas air yang disuplai tidak memadai.

Sebagai gambaran, kawasan Graha Tembikar Permai sendiri bergantung dengan Booster PDAM Tambang Sirang yang berada di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Booster yang satu ini hanya mendapat suplai sebanyak 50 liter per detik. Sementara jumlah pelanggan di sana sudah mencapai angka 8.700.

“Ini akhirnya tidak optimal 24 jam. Idealnya kan 80-100 liter per detik. Belum lagi dengan datangnya musim kemarau. Permintaan meningkat,” ujarnya.

Kendati demikian, pihak PDAM Intan Banjar mengaku akan berkomitmen mengevaluasi persoalan ini dengan melakukan penambahan investasi pipa jaringan distribusi air di daerah yang mengalami krisis.

Terkait aspirasi yang dilancarkan warga Tembikar dengan mengancam akan pindah jaringan ke PDAM Bandarmasih, Said berkata pihaknya akan berkomitmen mengirimkan tangki air bersih ke daerah-daerah yang dimaksud.

“Terus kami evaluasi agar sesuai dengan harapan masyarakat. Untuk mencapai perubahan itu perlu adanya dukungan juga berupa infrastruktur yang memadai. Seperti pipa jaringan air yang bisa menyuplai sesuai kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->