Connect with us

HEADLINE

Diburu 2 Polda, 59 Polisi, dan 2 Anjing Pelacak, Khairullah Berakhir di Kantong Jenazah

Diterbitkan

pada

Khairullah membawa senpi dan sajam saat penyergapan di HSS Foto : net

BANJARMASIN, Tak mudah bagi polisi untuk mengakhiri sepak terjang Khairullah, tersangka kasus pencurian sapi di Pulang Pisau dan penembakan anggota polisi di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Perlu waktu lima hari, dari proses penyergapan di Desa Batu Tungku, Pelaihari, hingga tewas di Desa Telaga Sili, Kecamatan Angkinang, Kabupate Hulu Sungai Selatan, Rabu (11/9).

Untuk itu 2 Polda, masing-masing Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) harus bekerjasama. Guna menangkap pelaku curat bersenjata api yang juga bekas anggota Zipur TNI ini, sebanyak 59 petugas dan 2 unit anjing pelacak dari kesatuan K-9 dikerahkan.

Data yang dihimpun Kanalkalimantan.com, dari Polda Kalsel masing-masing mengerahkan anggota terdiri dari Unit Resmob Polda Kalsel 8 personel, Unit Ranmor Polda Kalsel 7 personel, Unit Jatanras Polres Tanah Laut (Tala) 6 personel, Jatanras Polres Batola sebanyak 5 personel, Jatanras Polres Banjar 5 personel, Jatanras Polres HSS 4 personel, Jatanras Polres Tapin 4 personel.

Kekuatan tersebut masih dibantu oleh, IT Dit Intelkam Polda Kalsel, personel IT Dit Narkoba Polda Kalsel, personel IT Dit Reskrimsus Polda Kalsel, serta team K9 Dit Samapta Polda Kalsel.

Sementara itu, dari Polda Kalteng meliputi Polres Pulang Pisau (Pulpis) sebanyak 13 personel, Intelmob Polda Kalteng sebanyak 3 personel, dan Unit Jatanras Polda Kalteng 1 personel. Total seluruh personel yang dikerahkan mencapai 59 orang!. (Baca : Pelarian 166 Km Khairullah Sebelum Tewas Tertembus Peluru Polisi)

Saat dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan. Hal ini memaksa tindakkan tegas terukur yang mengakibatkan Khairullah tewas.

Dari laporan di TKP saat penggerebekan, tersangka memang sudah siap untuk ‘habis-habisan’ melawan polisi. Hal ini terlihat dari sejumlah senjata dan amunisi yang diamankan di lokasi penyergapan. Polisi menemukan sejumlah barang bukti di TKP meliputi: 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan, 5 butir selonsong amunisi kaliber 5,56, dan 1 butir selongsong amunisi kaliber 5,56  yang masih terpasang pada kamar peluru senjata api rakitan laras panjang. (Baca : Bawa Senpi Laras Panjang, Amunisi, dan 5 Senjata Tajam, Khairullah Siap ‘Habis-habisan’!)

Juga ditemukan sebuah dompet warna biru lis putih berisi 5 butir selongsong amunisi kaliber 5,56, sebanyak 3 butir selongsong amunisi kaliber 9 mm, dan 2 butir selongsong amunisi kaliber 38, serta – 4 butir amunisi aktif kaliber 38. Tak hanya senpi juga ditemukan pula 5 buah senjata tajam.

Belum diketahui, dari mana Khairullah mendapatkan 1 senjata laras panjang tersebut. Karena pada penggerebekan pertama di Kabupaten Tanahlaut, satu senjata laras panjang miliknya ditinggalkan dalam mobil Innova. Sedangkan senjata laras pendek berupa pistol, tetap dibawa kabur masuk ke hutan karet untuk lolos penyergapan polisi. (Baca : Beredar Kabar Pencuri Sapi Tewas Tertembak dalam Penangkapan di Hulu Sungai Selatan)

Pihak Polda Kalsel, hingga saat ini belum secara resmi merilis  proses penangkapan pelaku Khairullah. Namun dipastikan bahwa jasad yang dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin adalah benar yang bersangkutan.

Tak lama kemudian, jasad Khairullah langsung dimasukkan ke ruang jenazah untuk keperluan visum. Berselang kemudian, Kasubnit Jatanras Polda Kalsel AKBP Afebrianto tiba di kamar jenazah untuk memastikan bahwa benar Khairullah yang merupakan buronan selama lima hari terakhir.

Usai melihat jasad Khairullah, AKBP Afebrianto lantas meninggalkan para wartawan yang hendak mengkonfirmasi  dan menolak untuk memberikan keterangan. (Baca : Belum Ada Uji Balistik, Asal Peluru yang Mengenai Novianti Saat Baku Tembak Masih Misterius!)

Sebelumnya, Kapolsek Angkinang, Ipda Kukuh Supriandoko mengakui adanya operasi penangakan orang yang selama ini ramai dibincangkan. “Informasinya dia memang orang sama,” katanya.

Kasat Reskrim Polres HSS AKP Andi Setiawan membenarkan adanya operasi penyergapan. “Ya benar. Penyergapan dilakukan oleh tim gabungan,” ujar Andi, Rabu siang. (tim kanal)

(Baca Juga: Novianti, Bocah Tertembak Saat Penyergapan Pencuri Sapi Meninggal)

(Baca Juga: Peluru Bersarang di Dada Kanan, Operasi Pengangkatan proyektil Makan Waktu 3 Jam)

(Baca Juga: Merasa Terendus, Penembak Polisi di Tala Jadikan Penumpang Mobil Sebagai ‘Perisai Hidup’?)

(Baca Juga: Pelaku Pencuri Sapi yang Baku Tembak dengan Polisi Ternyata Mantan TNI)

Reporter : Tim Kanal
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->