Connect with us

Kanal

Debit Air Terus Naik, Dua Kecamatan di HSU akan Menjadi Wilayah Rendaman Terparah

Diterbitkan

pada

Banjir di kota Amuntai, Kabupaten HSU ikut merendam Mapolres HSU. Foto: bpbd kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,  AMUNTAI – Tercatat ada 121 peristiwa banjir yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan pada awal tahun ini.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan per tanggal 10 Februari 2020, ada 12.427 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, dengan total jiwa sebanyak 35.161 orang.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel Wahyuddin menyebut, daerah yang paling banyak terjadi musibah banjir yakni di Kabupaten Tabalong. Total mencapai 69 kejadian, dengan jumlah yang terdampak 8.941 KK.

Meski begitu, besar kemungkinan jumlah yang terdampak di Kabupaten Tabalong ini akan disusul oleh Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Pasalnya, melihat kondisi banjir di Kabupaten HSU saat ini, diperkirakann warga yang terdampak banjir akan bertambah hingga mencapai 10 ribu kepala keluarga.



“Karena kondisi di sana debit air semakin naik tiap harinya. Pergerakan air di HSU sangat cepat sekali,” akunya.

BPBD Provinsi Kalsel juga telah memprediksi ada dua wilayah di Kabupaten HSU yang akan terdampak banjir paling parah. Alasannya, faktor geografis kedua wilayah ini merupakan dataran rendah hingga menjadi lokasi tumpuan air dari dua sungai yang bermuara di kota Amuntai, yakni Sungai Tabalong dan Sungai Balangan.

“Diperkirakan yang terdampak parah nanti di Alabio, Kecamatan Sungai Pandan dan Kecamatan Danau Panggang. Itu bisa berbulan-bulan dengan kondisi sekarang,” bebernya.

Baca Juga : BREAKING NEWS. BPBD Kalsel Tetapkan Banjir di HSU Status Tanggap Darurat!

BPBD Provinsi Kalsel sebenarnya telah memprediksi banjir yang terjadi di Kabupaten HSU mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Faktor utama banjir di Kabupaten HSU merupakan buah hasil terjadinya banjir bersamaan bagian hulu sungai Tabalong dan Balangan.

Pada Selasa (11/2/2020) ini, banjir di Kabupaten HSU telah ditetapkan dalam status tanggap darurat. Artinya, seluru sektor maupun komponenen akan turun langsung dalam penanganan banjir di Kabupaten HSU.

Pemerintah Provinsi Kalsel juga secara blakblakan mengakui bahwa musibah banjir yang terjadi di provinsi Kalimantan Selatan telah masuk dalam skala besar. Untuk itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar berharap pemerintah pusat dapat memprioritaskan anggaran penanganan banjir untuk wilayah Kalsel.

“Kita sadari bahwa ada banjir skala besar di Kalsel. Untuk itu, kita harap teman-teman media dapat memberikan informasi ini hingga pemerintah pusat bisa prioritaskan anggaran untuk Wilayah Kalsel,” katanya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->