POLITIK BANJARBARU
Buktikan Bernyali, Incumbent Nadjmi-Jaya Siap Tarung di ‘Kandang Lawan’
BANJARBARU, Tersisih dari pencalonan di Partai Golkar, incumbent Nadjmi Adhani yang juga bagian dari kader beringin, rupanya tak patah arang. Membuktikan punya nyali besar, Nadjmi memastikan akan ikut pertarungan ‘tiket’ pencalonan Pilkada di Partai Golkar. Ibaratnya, siap tarung di ‘kandang lawan’. Meskipun sampai saat ini belum dipastikan kapan datang mengambil formulir.
Kanalkalimantan.com memang belum bisa mengkonformasi secara langsung kepada Nadjmi. Namun pasangannya, Darmawan Jaya Setiawan yang di hubungi terpisah mengatakan, siap mendaftar ke Partai Golkar.
“Ya, kalau Partai Golkar membuka pendaftaran insyaallah kami akan mendaftar. Sejak semula kita terus menjaga hubungan baik dengan partai manapun. Termasuk dengan Partai Golkar, karena tujuannya adalah sama-sama ingin Banjarbaru lebih baik lagi dan berkelanjutan,†katanya.
Soal waktu, Jaya masih belum memastikan. Tentunya akan melihat kesiapan dirinya dan pasangannya. Selama ini, Nadjmi-Jaya memang menunjukkan sebagai pasangan incumbent yang kompak. Bahkan, kekompakan itu menjadi ‘branding’ bagi mereka. Termasuk saat mendaftar di PDIP beberapa waktu lalu, mereka pun tampil bersama.
Pertarungan incumbent Nadjmi-Jaya melawan penantang Aditya-Iwansyah memang menarik. Sebab, mereka berdua berasal dari partai yang sama. Namun sebagai petahana, kans mereka untuk menang tentunya masih cukup terbuka.
Apalagi merujuk pada rekam jejak Pilkada tahun 2015. Saat itu, Nadjmi yang mencalonkan diri sebagai Walikota Banjarbaru lewat jalur Independen atau perseorangan, sukses mengungguli jumlah suara paslon lainnya, Ruzaidin-Fitri dan Joko-Soegeng. Tercatat, perolehan suara terbanyak saat itu diraih pasangan nomor urut 3, Nadjmi-Jaya sebanyak 40.715 suara (46,73 persen). Disusul paslon nomor urut 2, Ruzaidin-Fitri sebanyak 25.728 suara (29,53 persen) dan paslon nomor urut 1, Joko-Soegeng sebanyak 20.674 suara (23,73 persen). Dimana total suara sah terhitung 87.117 suara.
Sebelumnya, pasangan penantang di Pilkada Banjarbaru, Aditya Mufti Arifin-AR Iwansyah, menjaga trend sebagai yang pertama dalam pendaftaran calon. Setelah di PDIP, duet yang mengusung tagline ‘Banjarbaru Juara’ ini mendaftar di rumah sendiri. Karena Partai Golkar yang mulai membuka pendaftaran mulai Rabu (25/9), ketuanya tak lain adalah AR Iwansyah sendiri.
Meski demikian, Iwansyah tetap menjunjung profesionalitas dan tak melakukan intervensi atas proses pendfataran di partainya. Selain penjaringan nantinya merupakan kewenangan DPD 1 dan DPP, juga ia mengatakan terbuka pada kompetisi.
Ada moment unik yang terjadi jelang berakhirnya konfrensi pers. Aditya Mufti Ariffin yang tak lain pasangannya di Pilkada, mengirim utusan untuk mengambil formulir pendaftaran dari PPP.
Khairil Anwar, selaku perwakilam yang diutus Aditya mengatakan, dirinya hanya menjalankan amanat Ketua DPW PPP Kalsel tersebut. Ia sendiri juga tidak menyangka bahwa Aditya menjadi orang pertama yang mendaftar di DPD Golkar Banjarbaru.
“Saya hanya menjalankan amanat. Memang Pak Aditya sudah merencanakan untuk mengirim saya di hari Golkar membuka pendaftaran sebagai bentuk keseriusan. Ya gak tau juga, rupanya beliau jadi yang pertama mendaftar,” kata Khairil. (Rico)
Editor : chell
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluAliansi BEM Kalsel Kembali Berunjuk Rasa, Mahasiswa Kembali Dikecewakan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluKafilah HSU Apresiasi Malam Ta’aruf MTQ ke‑37 Kalsel
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluHMI se Kalsel Layangkan Delapan Tuntutan ke Wakil Rakyat
-
Kalimantan Selatan2 hari yang lalu11 Wakil Rakyat Kalsel Tak Satupun Muncul, Warga Sidomulyo 1 Kecewa
-
HEADLINE2 hari yang laluMencari 11 Anggota DPR RI Dapil Kalsel Tapi Tak Pernah Muncul di Banua
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluCetak Sawah di Kabupaten Kapuas Kementan RI Kirim Ratusan Alsintan


