Connect with us

Kota Martapura

Bubur Asyura, Antara Tradisi dan Mempererat Silaturahmi

Diterbitkan

pada

Warga Komplek Pangeran Antasari (Kompas), Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura Kota, secara khusus memasak bubur asyura. foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Hari ke-10 bulan Muharram dinamakan Yaumul Asyura, beragam kebiasaan dilakukan warga muslim, termasuk dianjurkan melakukan puasa sunnah.

Ada tradisi menarik yang dijalankan warga Martapura pada khususnya dan sejumlah daerah lainnya di Kalimantan Selatan pada umumnya setiap 10 Muharram. Yakni memasak bubur Asyura.

Ya, setiap 10 Muharam selalu identik dengan beberapa aktivitas keagaaman, seperti puasa dan membuat bubur Asyura. Puasa sunah ini memiliki berbagai keistimewaan. Bagi umat Muslim yang melaksanakannya, dosa-dosa mereka setahun yang lalu akan dihapuskan.

Dalam tradisinya, bubur Asyura hanya dimasak pada 10 Muharram atau saat pelaksanaan Puasa Asyura. Pada 10 Muharram 1442 Hijriah bertepatan dengan Sabtu, 29 Agustus 2020 tradisi memasak bubur Asyura berlanjut.



Dengan bergotong royong warga Komplek Pangeran Antasari (Kompas), RT 02 RW 05 Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura Kota, secara khusus memasak bubur asyura dalam dua wajan besar, Sabtu, (29/8/2020) siang.

Di lokasi pembuatan bubur Asyura, sekitar 200 kotak bubur Asyura dibagikan kepada warga Komplek Pangeran Antasari.  Pembagian bubur menggunakan sepeda motor roda tiga dikemudikan Gusti Hafizi membagikan paket bubur asyura keliling komplek.

Pembagian bubur menggunakan sepeda motor roda tiga berkeliling komplek. foto: wahyu

Gusti Hafizi, warga Komplek Pangeran Antasari mengatakan, mulai membuat bubur Asyura pada pukul 09:00 pagi, sekitar 3 jam untuk proses memasak nya.

“Ada sekitar 20 liter besar yang di masak menjadi bubur asyura, dengan bahan bahan bumbu yang lainnya,” ujarnya.  (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->