Kota Banjarbaru
Banjir Lewat, Ini Kerja Rutin di MTs Miftahul Khairiyah Cempaka
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dua hari pasca banjir melanda Cempaka Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, murid-murid Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Khairiyah mulai melangsungkan proses pembelajaran kembali normal, Kamis (23/1/2025) pagi.
Bersih-bersih ruang kelas di MTs Miftahul Khairiyah Cempaka ini sudah jadi ‘kebiasaan’ para murid dan para guru pasca air surut. Lantaran, setiap hujan lebat sungai-sungai di kawasan Cempaka meluap. Hingga bangunan madrasah di tepi jalan Mistar Cokrokusumo ini paling awal terendam. Tak hanya air, lumpur dari bagian hulu mengendap di madrasah ini.
MTs Miftahul Khairiyah di Kecamatan Cempaka menjadi salah satu lembaga pendidikan yang terkena dampak banjir parah setelah hujan lebat melanda Kota Banjarbaru pada Selasa (21/1/2025) lalu.
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Kerahkan Personel Tangani Banjir

Proses belajar mengajar kembali normal di MTs Miftahul Khairiyah Cempaka pasca banjir, Kamis (23/1/2025). Foto: wanda
Bekas ketinggian air masih tampak di dinding bangunan kelas yang dikelola yayasan ini, pihak madrasah mengukur ketinggian air hampir menyentuh lutut kaki orang dewasa.
Kepala MTs Miftahul Khairiyah, Jarkasih mengatakan, banjir pada Selasa kemarin merupakan banjir pertama tahun 2025.
“Banjirnya ini membawa lumpur, jadi anak-anak sulit mendapat akses ke madrasah, sehingga konsentrasi belajar jadi terganggu,” ujarnya.
Meski pembelajaran terganggu kata dia, madrasah memilih untuk tidak meliburkan murid-muridnya. Kendati demikian proses belajar mengajar tidak dilakukan karena tidak memungkinkan.
Baca juga: Nenek Armiah Memilih Bertahan Dikepung Air, Sartinah Tak Bisa Selamatkan Perkakas Rumah
“Tapi kita hanya jaga-jaga untuk mengamankan anak-anak karena tidak memungkinkan juga untuk belajar,” ujar Kepala MTs Miftahul Khairiyah, Kamis (23/1/2025) siang.
Sehari pasca banjir melanda itu, air sudah kembali surut. Murid pun kembali datang ke madrasah untuk bergotong royong membersihkan bangunan. Pada hari ini Kamis, Jakasih mengatakan proses belajar mengajar sudah mulai dilakukan
“Hari ini proses belajar mengajar sudah normal, hanya ada beberapa murid yang membersihkan sisa banjir,” ungkapnya.
Adapun kelas yang terdampak banjir hampir keseluruhan kelas yang ada di bagian lantai satu dengan jumlah 14 kelas dan ruang guru.
Baca juga: Jaksa KPK Putar Rekaman CCTV Serah Terima Uang Fee Proyek PUPR Kalsel
Selama banjir melanda, murid berada di lingkungan lantai dua madrasah.
Karena sudah menjadi langganan saat banjir datang melanda, sebagai kepala masrasah mengharapkan adanya normalisasi sungai-sungai yang ada di kawasan Cempaka agar dapat mengurangi banjir.
“Tentu kami mengharapkan nomalisasi sungai, sungai-sungai yang ada dikeruk dari hulu sampai ke hilir, Insya Allah tidak terjadi banjir lagi,” tandas Jarkasih. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
kampus3 hari yang laluMahasiswa Kumpulkan Rp5,2 Juta untuk Korban Kebakaran Kuin Cerucuk
-
HEADLINE1 hari yang laluSetahun Disegel, Begini Kondisi TPA Basirih Sekarang
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluPelantikan 43 Pejabat Pemkab HSU, Ini Kata Bupati Sahrujani
-
Kota Martapura3 hari yang laluMasuk April Wali Kota Yamin Minta Percepatan Realisasi Anggaran
-
HEADLINE1 hari yang laluKuota Kirim ke TPA Banjarbakula Dipangkas, Sampah ‘Menggunung’ di Banjarmasin
-
Pendidikan1 hari yang laluElla Anak Tukang Las Masuk Universitas Al-Azhar Mesir






