Connect with us

HEADLINE

Banjir Kian Meluas di Amuntai, Sekolah Diliburkan Sementara, Kantor Bupati Terendam

Diterbitkan

pada

Kantor Bupati ikut terimbas banjir di kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara yang kian meluas. foto: dew

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengambil langkah untuk meliburkan kegitan belajar mengajar mulai hari Senin (10/2/2020) dan hingga Selasa (11/2/2020).

Keputusan ini diambil, lantaran meluasnya wilayah terdampak banjir di wilayah Kabupaten HSU. Diantaranya mengakibatkan terganggunya proses perekonomian, hingga pusat layanan pendidikan (sekolah).

“Beberapa satuan pendidikan berdasarkan pantauan yang kami lakukan juga terdampak banjir berupa rendaman air dengan ketinggian yang bervariasi,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan HSU Rahmat kepada Kanalkalimantan.com, Senin (10/2/2020).

Salah satu sekolah di Kabupaten HSU yang diliburkan. foto: dew

Lebih lanjut, Rahmat menambahkan hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi, pengamanan dan mencegah adanya korban akibat dampak bahaya banjir yang dapat menganggu peserta didik pada jenjang PAUD (TK/KB/TPA), sekolah dasar sederajat, dan SMP sederajat di wilayah Kabupaten  HSU.

Namun, menurut Rahmat, surat edaran penghentian proses belajar mengajar tersebut diperuntukkan bagi sekolah-sekolah yang berada di lima kecamatan yang tertampak serius banjir di Kabupaten HSU saja.

Akibat banjir, ruas utama di kota Amuntai diberi garis polisi agar tidak dilintasi. foto: dew

Dari informasinya, data yang sudah masuk dari tanggal 7 sampai dengan 9 Februari 2020, ada beberapa satuan pendidikan baik dari Jenjang PAUD (TK/KB/TPA), SD, dan SMP pada wilayah yang terdampak banjir yaitu di Kecamatan Amuntai Tengah, Amuntai Selatan, Amuntai Utara, Banjang dan Haur Gading.

Sehingga Dinas Pendidikan HSU mengambil kebijakan untuk setiap satuan pendidikan yang termasuk dalam wilayah 5 kecamatan tersebut untuk meliburkan peserta didik/kegiatan belajar mengajar pada hari Senin-Selasa  (10-11 Februari 2020).

“Jikalau dari dua hari tersebut debit air yang masih menganggu kegiatan belajar mengajar pada satuan pendidikan pada wilayah dimaksud, silakan melaporkan dan berkoordinasi kepada Jenjang pendidikan atau melaporkannya ke Bidang Pembinaan masing-masing. Semua laporan akan dievaluasi untuk mengambil kebijakan selanjutnya,” tambah Rahmat.

Banjir kian meluas di kota Amuntai, Senin (10/2/2020). foto: dew

Selain itu, Rahmat juga mengharapkan kepada setiap sekolah untuk melaporkan situasi di lokasi satuan pendidikan masing-masing yang terpapar banjir atau rentan terdampak banjir.

Hal seru juga dilakukan Kantor  Kementerian Agama Kabupaten HSU melalui madrasah-madrasah yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten HSU, berdasarkan arahan dari Kepala Kemenag bahwa sekolah yang terdampak banjir boleh diliburkan.

“Alhamdulillah wa syukrulillah, sekolah kita tidak terdampak banjir, namun akses menuju sekolah yang ditempuh anak-anak maupun ustadzah mengalami kebanjiran, bahkan sebagian sangat berbahaya untuk dilalui. Oleh karenanya untuk sementara waktu meliburkan sekolah selama 2 hari (Senin-Selasa, 10-11 Februari 2020),” ungkap Ahmad Djazuli, Kepala Madarasah Ponpes MIPA Rakha Amuntai.

Sementara itu, dari data yang dihimpun setidaknya ada 6 TK, 3 KB, 4 SD dan 3 SMP yang satuan pendidikan yang telah terdampak banjir.

Tak hanya berdampak pada proses belajar mengajar saja, pusat perkantoran Sekretariat Daerah Kabupaten HSU pun ikut terendam. Kantor dimana Bupati HSU bekerja hampir seluruh halaman yang biasa dipergunakan sebagai tempat apel direndam air dengan ketinggian 10 hingga 20 centimeter. Akibatnya, apel pagi Senin (10/2/2020) yang mestinya dilangsungkan di halaman kantor Bupati HSU tak dilaksanakan. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : Dew
Editor : Bie

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->