Connect with us

HEADLINE

Awal Bulan Satu Nyawa Melayang, Kembali Dua Pendulang di Cempaka Tewas Tertimbun 

Diterbitkan

pada

Evakuasi penambang yang tertimbun longsor pendulangan intan di Cempaka pada tahun 2019 silam. Foto: dok kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Lagi, pendulangan intan tradisional di Cempaka memakan korban nyawa.

Kali ini dua orang pendulang intan di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, meninggal dunia tertimbun longsoran galian, Senin (26/7/2021) sekitar pukul 12.00 wita.

Lokasi kejadian berdekatan dengan bekas lokasi PT Aneka Tambang di RT 13 RW 01 Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, tanah longsor menimbun dua pendulang intan dan meninggal dunia.

Menurut keterangan dari Kasubag Humas Polres Banjarbaru AKP Tajudin Noor, korban pertama tertimbun tanah longsor pendulangan bernama Ahyani (35), yang memang berkerja sebagai pendulang intan, beralamat jalan Ujung Murung RT 11 RW 03 Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka.



 

 

Baca juga: Hanya Dua Titik Pemeriksaan, Ini Pos Penyekatan PPKM Level 4 di Banjarbaru 

Korban kedua bernama Alfatoni (30), juga sehari-hari bekerja sebagai pendulang intan, dengan alamat jalan Ujung Murung RT 11 RW 03, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka.

Keterangan saksi di tempat kejadian, H Muhran (50), kejadian bermula pada saat kedua korban sedang melakukan aktivitas mendulang bersama rekan lainnya. Mereka bekerja berkelompok, bersama tujuh orang lainnya di lubang yang sama, kedalaman sekitar kurang lebih 5 meter dari permukaan tanah.

Menurut saksi, korban saat itu sedang menggali lubang dengan cara mencangkul, tiba-tiba tanah di pinggir lubang longsor menimpa keduanya. Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri sehingga tertimbun longsoran tanah.

Sementara tujuh orang pendulang intan lainnya bisa menyelamatkan diri. Melihat keduanya tertimbun, rekan-rekannya langsung berusaha memberikan pertolongan. Kedua korban baru dapat dievakuasi seperempat jam kemudian, namun keduanya ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Kedua korban tewas di pendulangan intan Cempaka ini langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga: KABAR BAIK. RS Ratu Zalecha Martapura Sudah Terima Suplai Oksigen 4.667 M3

Balada Pendulangan Intan Cempaka yang Telan Banyak Nyawa Penambang Tradisional

Sebelumnya, awal bulan kasus serupa memakan korban nyawa di pendulangan intan Cempaka juga terjadi. Adalah Samlani (40) yang terkubur reruntuhan tanah di pendulangan intan tradisional Cempaka, Banjarbaru pada Kamis (1/7/2021).

Penambangan intan di Kecamatan Cempaka yang selama ini banyak menelan korban jiwa. Foto : dok.kanalkalimantan

Itu hanya satu dari sekian kejadian rentetan panjang para korban tewas yang terjadi sebelumnya.

Data dihimpun Kanalkalimantan.com dari BPBD Banjarbaru, beberapa kasus sama terjadi terekspose sejak tahun 2019. Dan yang paling memprihatinkan, adalah peristiwa yang terjadi pada Senin 8 April 2019. Dimana sebanyak lima penambang tradisional meninggal dunia tertimbun longsor.

Longsor yang terjadi di lokasi pendulangan intan itu terjadi pada Senin (8/4/2019) pukul 14.30 Wita. Longsoran di lubang pendulangan intan, diduga terjadi karena kondisi tanah labil yang bercampur pasir dan kerikil basah, akibat hujan yang turun sejak pagi hari.

Saat kejadian diketahui ada tujuh pendulang intan yang sedang melakukan pekerjaan rutin harian sebagai mata pencaharian.

Dua di antaranya berhasil selamat karena posisinya saat itu sedang berada di atas yaitu Ardi dan Ipul. Sedangkan kelima pendulang intan lainnya tidak berhasil selamat dan tertimbun tanah dengan kedalaman 13 hingga 15 meter.

Catatan kejadian tewas lain di pendulangan intan Cempaka pada 21 Januari 2019, pukul 12.00 Wita, terjadi tanah longsor dan mengakibatkan kubangan besar berukuran kedalaman 10 meter dan lebar kurang lebih 8 meter.

Diketahui ada sebanyak delapan orang pria yang bekerja saat itu. Tujuh orang di antaranya berhasil menyelamatkan diri dan mengalami luka ringan sedangkan satu orang pria tidak sempat menyelamatkan diri dari tanah longsor dan dinyatakan meninggal dunia.

Jauh sebelumnya pada tahun 2008, tepatnya Rabu, 3 September pukul 16.00 Wita, tiga orang tewas tertimbung longsor. Korban tertimbun longsor bekas galian di lubang penggalian sedalam 10 meter lebih dari permukaan tanah.

Para korban adalah, Anang, 17 tahun, Ucil (16) dan Ahdi (25). Ketiganya warga desa Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Ya, pekerjaan turun-temurun yang dilakukan orangtua terdahulu tentu sangat sulit untuk dilupakan. Meski hasil yang diterima jauh berbeda dengan zaman ketika itu, ditambah risiko kecelakaan kerja kian tinggi, tetap tidak mengubah pendirian pencari intan di Pumpung. (kanalkalimantan.com/shintia/al)

Reporter : shintia
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->