Connect with us

Pendidikan

Asyiknya Eksperimen Sains di SD Islam Creative Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Siswa SD Islam Creative antusias belajar IPA bersama para dosen Kimia FMIPA ULM Foto : istimewa

BANJARBARU, Pengetahuan selalu menghadirkan keajaiban bagi anak-anak. Hal itu pula yan terjadi terhadap murid SD Islam Creative Banjarbaru, saat menyaksikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui eksperimen interaktif yang digelar oleh para dosen Program Studi Kimia, FMIPA ULM, beberapa waktu lalu.

“Wah, asyikk… kita bisa bikin gunung meletus!” teriak Farel, siswa kelas 3, yang menyaksikan eksperimen sains. Bersama teman-temannya, mereka antusias dengan model pembelajaran interaktif tersebut.

Kegiatan pembelajaran IPA melalui eksperimen interaktif di SD Islam Creative Banjarbaru ini bagian dari program pengabdian masyarakat PS Kimia MIPA. Melibatkan sejumlah dosen di antaranya Radna Nurmasari SSi, MSi, Ahmad Budi Junaidi Ssi, MSc, Dr Drs Rahmat Yunus Msi, dr Uripto Santoso Ssi, MSi, Dewi Umaningrum SSi, MSi, Dwi Rasy Mujiyanti SSi, MSi, dan Drs Taufiqur Rohman MSi. Mereka juga dibantu puluhan mahasiswa yang mendampingi siswa selama pengajaran.

Ketua kegiatan Radna Nurmasari mengatakan, program ini melibatkan 20 guru dan 191 siswa di SD Islam Creative Banjarbaru. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 4. “Kami ingin mengenalkan kepada guru maupun siswa model pembelajaran interaktif terkait sains ilmu pengetahuan alam. Bentuknya adalah melakukan berbagai eksperimen menarik menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan siswa,” jelasnya.

Ratna menyampaikan, melalui kegiatan ini PS  Kimia ULM berharap dapat memberikan informasi bagi guru dan siswa SD Islam Creative Banjarbaru tentang pembelajaran IPA melalui pendekatan learning by doing. Dimana pembelajaran dilakukan lewat percobaab yang interaktif, menarik, dengan menggunakan alat peraga sederhana.

“Harapnnya guru semakin mendapatkan wawasan terkait tugas mereka mengacu pafa kulikulum dari Dinas Pendidikan tentang pembelajaran IPA di sekolah dasar,” jelasnya.



Di sisi lain, menumbuhkan kecintaan siswa kepada sains. Melalui eksperimen sederhana, terbukti mampu menarik siswa untuk terlibat dan mengenal sains lebih mendalam. “Ya, dengan demikian harapannya kelak mereka akan lebih termotivasi untuk belajar dan mengenal pengetahuan di sekelilingnya. Bahwa lingkungan dan alam sekitar ini menyajikan banyak pengetahuan menarik yang perlu diungkap dan dipelajari,” ungkap Ratna.

Pada program pengabdian masyarakat ini, pengajaran disesuaikan usia dan tingkatan berdasarkan kelas. Untuk kelas I, dilakukan pengajaran IPA melalui eksperimen melukis di air, warna-wani air, dan menggelembungkan balon tanpa ditiup.

Untuk kelas 2, eksperimen yang dilakukan meliputi membuat permainan gunung meletus, telur mengapung, dan pelangi air. Kelas 3, diajarkan membuat angin tornado, penjernihan air dan sabun menarik minyak. Terakhir, untuk kelas 4 melakukan eksperimen membuat respirasi pada tumbuhan, klorofil pada tumbuhan, laser, dan mainan suara.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SD Islam Creative Banjarbaru Iskandar Zulkarnain mengatakan, menyambut baik upaya para dosen PS Kimia FMIPA ULM yang mengajarkan eksperimen interaktif sains kepada siswanya. Langkah tersebut senafas dengan tujuan pendidikan di sekolahnya, yakni mendorong siswa untuk mengembangkan potensi dan kemampuan secara mandiri.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas dipilihnya sekolah kami untuk program pengabdian dosen Kimia FMIPA Universitas Lambung Mangkurat. Tentunya, ini semakin menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan pendidikan terbaik kepada siswa,” ungkapnya.

Iskandar mengatakan, sekolah yang berdiri di tengah alam ini memang diharapkan akan melahirkan generasi yang unggul. Tidak hanya di bidang sains dan pengetahuan, tetapi juga dibidang agama melalui pengajaran Al Quran dan multiple intelligences. (cel/mipa)

Reporter : Cell/mipa
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->