Connect with us

Lifestyle

Angin Segar, Pelaku Industri Kopi Tanbu Berbagi Edukasi dan Kopi Gratis Akhir Pekan

Diterbitkan

pada

Pelaku industri kopi di Tanah Bumbu (Tanbu) Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan giat bagi-bagi kopi gratis. Foto: ist

KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Jadi sarana edukasi kopi kepada warga, para pelaku industri kopi di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan bagi-bagi kopi gratis.

Sebagai wadah aspirasi kopi bersama warga sekitar, para pelaku industri kopi ingin orang banyak bisa mengenal arti kopi lebih mendalam.

Kegiatan bagi-bagi kopi gratis ini, menarik perhatian warga di sekitar pusat Pasar Minggu Jalan Raya Batulicin, Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat. Warga yang sedang beraktivitas santai bersama keluarga di Taman Kota (Education Park) turut menjadi sasaran bagi-bagi kopi gratis.

Aroma khas kopi hitam menebar di Education Park, seakan menjadi pelengkap liburan akhir pekan warga Batulicin-Simpang Empat. Melalui kegiatan ini para pelaku kopi, memperkenalkan proses kopi dari pasca panen, hingga berbagai varietas kopi kepada warga yang melintas. Tak hanya itu mereka juga berbagi metode seduh kopi yaitu salah satunya metode seduh V60.



 

Baca juga : Jelang Nataru Posko Terpadu Angkutan Udara Diaktifkan di Bandara Syamsudin Noor

Metode atau teknik V60 ini, konon sudah ada sejak tahun 1950-an. Metode penyeduhan manual brewing yang dilakukan dengan cara menuangkan air panas secara perlahan dengan gerakan melingkar untuk menyeduh bubuk kopi agar menciptakan rasa yang spesial.

“Kopi gratis ini menyesuaikan stok kopi kami yang ada, diharapkan ini dapat menjadikan agenda rutin, agar masyarakat dari berbagai kalangan dapat mencicipi kopi secara orisinil. Mengenalkan kepada warga bagaimana rasa kopi orisinil, menikmati segelas kopi tanpa pemanis, cara menikmati kopi, aroma kopi flavour pada kopi,” kata Indra Lesmana, salah satu pelaku industri kopi Tanbu, Selasa (20/12/2022).

“Ada berbagai sudut pandang warga saat mencicipi kopi yang kami suguhkan, ada yg merasa terlalu pahit, ada yang merasa manis, asam dan lainnya, hal ini menjadi bagian dari seni kopi dan ragam pendapat dari para penikmat kopi,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/ftr)

Reporter : ftr
Editor : cell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->