Connect with us

HEADLINE

Anggaran Dekranasda Banjarbaru Yang Disahkan Kini Dipersoalkan, Fraksi Golkar: Harus Tau Berdemokrasi!

Diterbitkan

pada

Ketua Fraksi Golkar DPRD Banjarbaru, Iriansyah Ganie, mengkritisi adanya fraksi yang mempertanyakan finalisasi anggaran yang sudah disahkan. Foto : Ist

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sejumlah fraksi di DPRD Kota Banjarbaru mempertanyakan alokasi anggaran yang sudah disahkan untuk kegiatan organisasi nirlaba, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) pada 2022 mendatang. Buntut dari situasi tersebut mengakibatkan adanya silang pendapat tak terelakan di kubu fraksi internal dewan.

Fraksi Partai Golkar menjadi salah satu yang mengkritisi masih adanya fraksi yang mempertanyakan finalisasi anggaran kegiatan Dekranasda Kota Banjarbaru yang sudah disahkan melalui rapat paripurna. Iriansyah Ganie, Ketua Fraksi Partai Golkar menegaskan bahwa hal itu dapat menciderai sistem kolektif kolegial dalam proses pengambilan keputusan di DPRD Banjarbaru.

“Ketika APBD itu sudah diketuk, maka menurut saya tidak elok jika dipertanyakan lagi. Keputusan untuk mengalokasikan anggaran untuk kegiatan Dekranasda ini sudah ditempuh melalui musyawarah atau pemungutan suara sebagaimana sistem kolektif kolegial,” katanya, Rabu (1/12/2021) siang.

Dalam rapat finalisasi anggaran beberapa waktu sebelumnya, Iriansyah Ganie mengungkapkan bahwa pembahasan alokasi anggaran untuk Dekranasda sudah disetujui yang selanjutnya ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda). Meskipun diakuinya, saat itu terdapat catatan berupa tiga pandangan fraksi yang tidak menyetujui.



 

 

Baca juga : Kesehatan Korban Banjir Terganggu, Tim Relawan Masuk ke Desa Kayu Rabah

”Ada tiga fraksi yang tidak setuju. Tapi empat fraksi lainnya setuju. Dalam mekanismenya otomatis pemungutan suara terbanyak kan. Bagi saya beda pendapat itu tidak masalah. Tapi jika sudah diputuskan pimpinan melalui mekanisme yang seharusnya, maka tidak perlu berkoar-koar lagi. Harus tau berdemokrasi,” bebernya.

Jika merujuk pada peraturan tata tertib (tatib) dalam penyelenggaraan rapat paripurna, Iriansyah Ganie memastikan pembahasan alokasi anggaran sudah memenuhi ketentuan yang berlaku. Dimana pada saat itu tercatat ada 25 anggota dewan yang turut berhadir.

“Untuk memenuhi kuorum tatib rapat paripurna di DRPD Banjarbaru itu setidaknya ada 22 yang hadir. Nah ini kan 25 anggota dan sudah jelas memenuhi aturan. Jadi sama sekali tidak cacat hukum,” tegasnya.

 

Salah satu kegiatan Dekranasda Banjarbaru membina UMKM. Foto: dok.kanalkalimantan

Baca juga : Bincang Sastra Bersama Kurnia Effendi, Puisi Jadi Doa di Kala Pandemi

Adapun alokasi anggaran kegiatan Dekranasda Kota Banjarbaru yang saat ini dipersoalkan, salah satunya ialah mengikuti ajang New York Fashion Week (NYFW) pada 2022 mendatang. Event yang digadang-gadang sebagai momentum diluncurkannya produk UMKM khas Kota Banjarbaru ke kancah internasional itu dialokasikan dengan nilai mencapai Rp 688 juta.

Kendati demikian, bagi Iriansyah Ganie kegiatan itu bukan menjadi hal yang patut dipermasalahkan. Sebab politikus senior partai berlambang pohon beringin ini meyakini kegiatan tersebut bakal menjadi terobosan besar di sektor UMKM dan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat.

“Kapan lagi UMKM kita go internasional. Jika memang harus dialokasikan anggaran yang cukup banyak, bagi saya itu sepadan. Karena UMKM kita lebih dulu harus dipersiapkan, termasuk produksinya. Saya yakin jika ini sukses, akan ada pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di masyarakat,” tuntasnya. (kanalkalimantan.com/al)

Reporter : al
Editor : kk


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->