ACT KALSEL
Mendampingi Aisyah untuk Sembuh dari Kelainan Tulang
BANJARMASIN, Tiga tahun lamanya Aisyah Ayudira Munirah (4) menderita Osteogenesis Imperfecta IV. Sejak usia setahun, balita asal Kota Banjarmasin ini rentan terkena patah tulang akibat gangguan sel kromosom tulangnya. Penyakit kelainan genetik langka tersebut membuat tumbuh kembang Aisyah terhambat. Aisyah baru bisa merangkak di usia dua tahun. Saat usia tiga tahun, Aisyah mulai belajar berjalan dengan merambat di dinding rumahnya.
Namun, Juli lalu, Aisyah terjatuh saat belajar berjalan hingga tulang pahanya patah. Osteogenesis Imperfecta membuat kaki Aisyah melengkung. Sementara, Aisyah hanya mampu minum obat saja saat ia merasa kesakitan.
Tiap bulan, Aisyah harus terapi dan menjalani pengobatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Menurut dokter yang menanganinya, Aisyah harus operasi di Ortopedi Center di Jakarta atau Surabaya karena dokter dan fasilitas operasi di Banjarmasin kurang memadai.
Sementara itu, ibunda Aisyah, Yuliyanti (38) adalah orang tua tunggal. Ia berjuang memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, termasuk pengobatan Aisyah, dengan menjadi tukang parkir. Dari membantu parkir kendaraan pengunjung, Yuliyanti mengumpulkan Rp 50 ribu setiap harinya.
Biaya operasi Aisyah pengobatan ortopedi sendiri memerlukan biaya sekitar Rp 150 juta dirasa berat bagi Yulianti. Hal ini mengingat biaya operasi, transportasi, dan akomodasi pengobatan di Jakarta tidak ditanggung BPJS. Di sisi lain, operasi menjadi satu-satunya ikhtiar agar Aisyah bisa berjalan seperti anak lainnya.
Sejak Agustus lalu, tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT mulai mendampingi pengobatan Aisyah. Tim juga melakukan penggalangan dana lewat situs urun dana Kitabisa.com.
“Selama sebulan penggalangan dana, alhamdulillah donasi terkumpul lebih dari Rp 184 juta. Donasi ini akan digunakan untuk pendampingan pengobatan Aisyah secara rutin di RSUD Ulin Banjarmasin. Insyaallah, donasi dari para dermawan juga akan digunakan untuk biaya operasi Aisyah di Jakarta,†terang Muhammad Budi Rahman Wahid dari Tim MSR-ACT Kalsel, Jum’at (13/9).
Sebelumnya, Rabu (11/9), Tim MSR-ACT Kalsel mengunjungi rumah Aisyah di Jafri Zam-zam, Kota Banjarmasin dan menyerahkan bantuan untuk kebutuhan keluarga Aisyah. Kunjungan ini juga dilakukan untuk mengetahui keberlangsungan proses pengobatan Aisyah.
Hingga saat ini, Aisyah masih melakukan kontrol rutin sambil menunggu kepastian tanggal operasi pada Oktober mendatang. Dari hasil pemeriksaan rontgen terakhir, sudah nampak perkembangan tulang Aisyah yang mulai menyambung.
Yulianti menambahkan, pekan ini, Aisyah dijadwalkan konsultasi dengan dr Essy selaku spesialis ortopedi anak. Dokter juga terus memantau perkembangan Aisyah. “Insya Allah pada tanggal 28 dan 29 September 2019 akan diadakan pertemuan dokter ortopedi se-nasional di Banjarmasin. Semoga kita bisa mempertemukan Aisyah dengan dokter ahli dari Jakarta agar dapat dipastikan tindakan operasi sesuai yang direncanakan,†harap Yulianti. (act)
Editor : Bie
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluBersih Sampah di Pasar Galuh Cempaka, Wali Kota Lisa Turun Tangan
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluEtalase Budaya Kalsel Teranyar di TMII: Dermaga Pasar Terapung Diresmikan
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluBanjarmasin Usulkan Perluasan Wilayah ke Aluhaluh
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluPTAM Perbaiki Pipa Bocor di Jalan Gubernur Syarkawi, Ini Wilayah yang Terdampak
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLN UIP3B Kalimantan Gelar Clean Energy Day, Dorong Perubahan Gaya Hidup Rendah Emisi
-
Olahraga22 jam yang laluBanua Criterium Challenge, Pemanasan Atlet Triathlon Kalsel Menuju Kejurnas







