Religi & Budaya
Puluhan Ulama Tiba-Tiba Kunjungi Ruang Hemodialisa RSUD Ratu Zalecha
Dalam ruang perawatan Hemodialisa, di atas kasur yang pernah ditempati Guru Sekumpul saat menjalani cuci darah, Guru Muin menyempatkan duduk di atasnya. Beberapa yang lain, bahkan bergantian merebahkan diri di atasnya.
MARTAPURA, Puluhan ulama dan tokoh agama mengunjungi RSUD Ratu Zalecha Martapura, Kamis (19/10). Mereka datang untuk melihat satu bangsal yang berada di ruang Hemodialisa. Ada apa?
Rupanya, kedatangan para ulama yang dipimpin oleh KH Abdul Muin tersebut, adalah untuk melihat langsung ruangan tempat Almarhum KH Zaini Abdul Ghani pernah menjalani perawatan rutin cuci darah. Didampingi Plt Direktur RSUD Ratu Zalecha, Dr Eko Subiyanto, para ulama dan tokoh agama ini mengenang sosok ulama kharismatik yang masyur dengan sapaan Abah Guru Sekumpul.
Dalam ruang perawatan Hemodialisa, di atas kasur yang pernah ditempati Guru Sekumpul saat menjalani perawatan cuci darah, Guru Muin menyempatkan duduk di atasnya. Beberapa yang lain, bahkan bergantian merebahkan diri di atasnya.
Menurut Guru Kaspul, pengajar pada Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam yang ikut mendampingi Guru Muin “napaktilas†perjalanan Guru Sekumpul di RSUD Ratu Zalecha, kedatangannya ke ruang cuci darah semata bertujuan mengambil berkah dari Guru Sekumpul sebagai seorang alim dan sholeh.
Mengambil berkah dari seorang alim, ujar Guru Kaspul, salah satunya dapat dilakukan dengan cara mengunjungi tempat-tempat dimana dahulu seorang alim ulama itu pernah berdiam. Karena dalam Islam sendiri diajarkan demikian.
“Semisal saat Nabi Muhammad Isra Mi’raj, Nabi menyinggahi sejumlah tempat di antarnya Batlehem dan Tursina. Dan hal-hal itulah yang menjadi contoh dan kami laksanakan,†ujar Guru Kaspul.
Dan lagi, kata Guru Kaspul, berkat Almarhum Guru Sekumpul pernah dirawat dan rutin menjalani cuci darah semasa sakitnya, telah menjadi berkah bagi khalayak luas. Karena sejak itu, RSUD Ratu Zalecha memiliki layanan cuci darah hingga saat ini.

Guru Muin bersama ulama lainnya menyempatkan diri duduk di kasur tempat almarhum Guru Sekumpul pernah berbaring menjalani cuci darah. Foto: Rudiyanto
“Dulunya hanya ada satu alat cuci darah yang dibeli Guru Sekumpul khusus untuk perawatan cuci darah beliau. Namun berikutnya, satu alat lagi dibeli dan dihibahkan kepada rumah sakit untuk merawat pasien lain,†ungkap Guru Kaspul.
Senada, menurut Dr Eko Subiyanto, keberadaan pelayanan cuci darah di RSUD Ratu Zalecha tak lepas dari peran dan jasa Guru Sekumpul. Selain pernah menjalani perawatan cuci darah dengan alat yang dibeli sendiri, sebuah alat cuci darah juga dibeli dan dihibahkan ke rumah sakit.
“Dari satu unit mesin cuci darah, Beliau (Guru Sekumpul, red) menambah satu lagi unit untuk pelayanan cuci darah pasien lain. Keberadaan unit hemodialisa di Rumah Sakit Ratu Zalecaha ini bentuk dari kepedulian Beliau terhadap umat,†ujar Eko.
Sejak itu, unit alat Hemodialisa terus ditambah demi optimalisasi pelayanan cuci darah bagi pasien gagal ginjal. Dengan 16 unit mesin cuci darah, RSUD Ratu Zalecha bahkan menjadi rujukan,dan unit hemodialisa menjadi unit unggulan yang ada untuk melayani pasien cuci darah tak hanya Kabupaten Banjar, tapi juga Banjarbaru, dan Banjarmasin. (rudiyanto)
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluBersih Sampah di Pasar Galuh Cempaka, Wali Kota Lisa Turun Tangan
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluEtalase Budaya Kalsel Teranyar di TMII: Dermaga Pasar Terapung Diresmikan
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluBanjarmasin Usulkan Perluasan Wilayah ke Aluhaluh
-
PTAM INTAN BANJAR1 hari yang laluPTAM Perbaiki Pipa Bocor di Jalan Gubernur Syarkawi, Ini Wilayah yang Terdampak
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLN UIP3B Kalimantan Gelar Clean Energy Day, Dorong Perubahan Gaya Hidup Rendah Emisi
-
kampus3 hari yang laluTemu Alumni FISIP ULM Dihadiri Wagub Kalsel






