Connect with us

Kalimantan Selatan

Ini 6 Tuntutan BEM se-Kalsel kepada Kepolisian

Diterbitkan

pada

Dialog mahasiswa dengan jajaran Polda Kalsel ketika unjuk rasa di Mapolda Kalsel, Senin (2/3/2026) sore. Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Unjuk rasa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) ke aparat kepolisian memunculkan sejumlah tuntutan dari mahasiswa.

Tuntutan-tuntutan yang mereka layangkan tidak sepenuhnya diterima oleh Polda Kalsel.

Baca juga: Ditagih Mahasiswa, Kasus-kasus Polda Kalsel Libatkan Polisi yang Tak Tuntas

Ada 6 tuntutan BEM se Kalsel sebagai berikut:
1. Menuntut Kapolri Listyo Sigit Prabowo segera mundur dari jabatannya
2. Menuntut penghapusan secara total praktik dwifungsi Polri dalam ranah sipil
3. Menghentikan segala bentuk kekerasan, kriminalisasi, dan tindakan represif aparat terhadap rakyat sipil
4. Menuntut Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan menindak tegas anggota polisi yang terbukti melakukan pelanggaran melalui jalur pidana, bukan sekadar sanksi etik atau disiplin secara transparan, serta menghapus praktik saling melindungi di wilayah Kalsel.
5. Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik di seluruh Indonesia.
6. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian di Kalsel.

“Poin-poin tuntutan ini tidak diterima secara menyeluruh oleh pihak Polda Kalsel,” ujar Koordinator Lapangan, Muhammad Arifin.

Merespon hal tersebut, mahasiswa Kalsel akan kembali turun ke jalan guna melancarkan aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak.

Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Kapal Nekat Lewat Akan Dibakar

“Kami akan terus hadir dengan massa yang berlipat ganda,” ungkap Ketua BEM Universitas Islam Kalimantan (Uniska) MAB itu.

Terkait waktu aksi lanjutan, pihaknya akan segera berkonsolidasi membahas hal tersebut untuk mengultimatum Polda Kalsel. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca